Tabungan emas? Apakah itu lagi? Saya baru tahu tentang jenis tabungan ini beberapa tahun silam. Pegadaian menyediakan suatu produk yang belum familiar bagi sebagian besar masyarakat, termasuk saya sendiri, yang cukup awam akan hal tersebut. Selain itu, persepsi saya tentang Pegadaian selama ini adalah sebagai lembaga tempat orang-orang menggadaikan perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung — semua bahan dasarnya emas — guna mendapat pinjaman tunai bukan hanya untuk membuka bisnis tetapi juga untuk memenuhi keperluan sehari-hari.
ternyata kesalahpahaman saya. Kehadiran barang-barang lain ini memberikan tambahan manfaat bagi Pegadaian. Selain menjadi tempat pinjam-meminjam, perusahaan tersebut juga bertindak sebagai fasilitator dalam bidang investasi sehingga simpanan masyarakat dapat melawan dampak penurunan daya beli akibat inflasi. Perhiasan atau batangan emas sering dianggap sebagai instrumen investasi bebas inflasi dengan nilai yang tetap tinggi dan bahkan cenderung meningkat tiap saat. Walaupun pertambahan harga emas belum tentu sedrastis laju naiknya properti, akan tetapi kepemilikan emas relatif lebih mudah dibandingkan pembelian sebuah tanah.
Pertama kali memahami tentang tabungan emas
Tentu saja sebelum menginvestasi emas melalui program Tabungan Emas di Pegadaian, saya telah membeli emas berbentuk fisik seperti Logam Mulia atau batangan emas dari merk ANTAM ataupun UBS. Tahun-tahun silam, saya pernah membeli beberapa batang emas di sebuah gerai emas lokal di Samaranda tempat tinggal saya.
Motivasinya hanya untuk “melindungi” tabungan saya dari pengaruh inflasi dan “menghentikan” penurunan nilai mata uang dalam waktu beberapa tahun mendatang. Saya sangat kesal dengan fenomena tersebut; misalkan saja Rp5 juta hari ini bukanlah jumlah yang setara di masa lima hingga sepuluh tahun akan datang. Misalnya, kira-kira 15 tahun silam, saya pernah membeli satu unit sepeda motor senilai 12 juta rupiah. Kini, tepatnya di tahun 2025, yaitu sudah 15 tahun kemudian, harga kendaraan bermotor jenis serupa telah melambung tinggi melebihi angka 20 juta rupiah.
Kekuatan mata uang melemah dibandingkan dengan kekuatan emas. Pada suatu waktu tertentu (sayangnya saya tidak ingat persis tahunya), harga satu gram emas saat itu hanya mencapai Rp 250.000,-. Dengan jumlah tersebut, saya dapat membeli dua koin emas yang masing-masing memiliki bobot lima gram. Jadi total pengeluaran senilinya yaitu sebesar Rp 2.500.000,-. Namun pada masa kini, tepat ketika tulisan ini disusun pada hari selasa tanggal 18 Maret 2025, harga dari sebuah gram emas sudah menjadi Rp 1.749.363,-. Apabila ingin membeli dua buah perhiasan atau batangan emas dengan berat tiap-tiap itemnya lima gram, biayanya akan naik drastis sampai dengan Rp 17.493.630,-. Hal ini tentunya sangat signifikan dalam hal peningkatan nilainya!
Pernah suatu waktu saya membeli beberapa logam mulia emas, yaitu dua batang dengan bobot masing-masing lima kilogram dan sepuluh kilogram. Ya, cukup signifikan. Berdasarkan penghasilan terbatasku dari profesi sebagai guru, aku berhasil “mengumpulkan aset” dalam wujud emas nyata. Tetapi kemudian timbul masalah di benakku.
Suatu hal yang sering mengkhawatirkanku ialah tentang keresahan akan kelangsungan emas batangan yang telah aku beli dengan jerih payahku sendiri. Kecemasan ini bertambah karena ukuran dari logam mulia tersebut sangatlah kecil sehingga memicuku takut jika barang-barang berharga itu lenyap atau tersebar tanpa jejak walaupun sebenarnya mereka disimpan dalam rumahku. Ancaman paling besar bagi ku yaitu adanya pencuri yang berhasil masuk dan mencuri semua harta karun milikku. Memilih untuk menyimpannya di kotak penyimpanan aman? Proses mendapatkan ruang simpan seperti itu jauh lebih kompleks dibandingkan apa yang diberitahu oleh banyak orang lain. Selain itu, biaya sewa kotak semacam itu juga bisa menjadi beban tersendiri ketika melihat tingkat harga pada beberapa bank di Samarinda. Bahkan, di Pegadaian Samarinda saat ini masih belum memiliki layanan kotak penampung aman tersebut; fitur ini baru tersedia di Pegadaian Balikpapan namun sayangnya lokasi pegadaian tersebut agak menjauhkanku dan menuntunku harus melakukan perjalanan pulang-pergi secara rutin setiap tahun demi proses perpanjangannya.
Pada masa bingung itu, saya mulai memikirkan tentang program tabungan emas milik pegadaian. Saya pun mencoba untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang hal tersebut hingga akhirnya berkunjung langsung ke kantor cabang pegadaian paling dekat dengan lokasi rumah saya. Melakukan pertimbangan atas semua sisi positif maupun negatifnya, saya merasa bahwa manfaat dari berinvestasi dalam bentuk emas jauh melebihi risiko. Tentu saja, tanpa harus khawatir apapun, karena emas saya telah tersimpan secara selamat di dalam sistem tabungan emas Pegadaian. Seolah-olah, saya menyewakan ruang penyimpanan digital (SDB) virtual kepada mereka.
Saya juga segera bertindak dengan “mengubah” emas batanganku menjadi uang tunai melalui penjualan ke gerai emas, sementara itu pula menyimpan emas dalam bentuk deposito emas di bank Pegadaian beberapa tahun silam.
Tabungan emas yang menyelamatkan
Saat menghadapi kesulitan dan memerlukan jumlah uang yang cukup besar, tabungan emas telah menjadi penyelamat bagi saya. Tidak mengherankan, ungkapan “simpanan” benar-benar berperan sebagai penyelamat secara harfiah. Beberapa kali simpanan emas melalui program tabungan emas ini membantu saya mendapatkan dana dengan cepat ketika dibutuhkan.
Contohnya, beberapa tahun yang lalu, ketika masalah finansial menghantam kehidupanku dan pendapatanku tak mencukupi, aku berhadapan dengan kenyataan bahwa perlu membayar sewa rumah hanya dalam hitungan minggu. Namun syukur kepadaTuhan, aku memiliki cadangan emas yang lumayan besar untuk menutup biaya sewa selama setahun kedepan.
Pada situasi yang menantang selama pandemi COVID-19, tabungan emas kembali menjadi sumber bantuan agar hidup saya bisa tetap berjalan dengan baik. Pencairannya juga tidak rumit. Hanya perlu menyambungkan akun tabungan emas Anda ke rekening bank, lalu pindahkan penjualan emas dari tabungan emas tersebut ke dalam rekening bank milik Anda.
Mempertahankan nilai mata uang melalui tabungan emas
Pada akhirnya, keselamatan finansial bisa dicapai melalui tabungan emas. Saya pun mempertahankan daya beli uang dengan berinvestasi pada logam mulia ini bukannya cuma menyimpan dana di bank saja. Menyimpan uang di bank tentunya penting dan tetap direkomendasikan, tapi kalau seluruh penghasilan Anda disimpan begitu saja tanpa dipertimbangkan faktor lain seperti inflansi, nilainya justru dapat merosot dari waktu ke waktu. Sebaliknya, bila bagian tertentu dari pemasukan rutin dialokasikan untuk pembelian emas sebagai bentuk investasi, niscaya peningkatan nilai aset tersebut sejalan dengan kenaikan harga emas secara umum.
Dengan jumlah yang sedikit saja, kita sudah dapat mulai menyimpan emas. Berbeda denga pengalaman saya dahulu yang perlu menabung di bank hingga terkumpul cukup banyak untuk membeli logam mulia dari gerai khusus. Kini prosesnya menjadi lebih mudah melalui program tabungan emas milik pegadaian. Ditambah lagi dengan hadirnya aplikasi, sehingga saat ini berinvestasi dalam bentuk emas semakin praktis—cuma butuh sentuhan jarimu pada layar ponsel.
Maka jangan ragu untuk segera bertindak. Lindungi masa depan Anda serta gunakan dana Anda secara bijaksana dengan mulai menabung emas di Pegadaian.






