Surat Utang Populer di Tengah Jatuhnya IHSG, Sri Mulyani Nyatakan Kekuatan Ekonomi RI

Surat Utang Populer di Tengah Jatuhnya IHSG, Sri Mulyani Nyatakan Kekuatan Ekonomi RI


.CO.ID-JAKARTA

Di saat kondisi pasar saham sedang tidak stabil, pelelangan Obligasi Negara yang diadakan pada hari Selasa (18/3) menghasilkan outcome yang memuaskan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa jumlah permintaan yang diterima (

incoming bid

Mencapai angka Rp 61,75 triliun, yang merupakan perkalian 2,38 kali lipat dari target indikatif senilai Rp 26 triliun.



Incoming bid

Sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan para investor tetap kokoh pada pemerintahan serta Anggaran Pendanaan Belanja Negara (APBN). Bila rasa percaya itu hilang, pasti mereka tak akan ambil bagian.

incoming bid

ungkap Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (18/3).


Berikut adalah penjelasan Bank Indonesia tentang Rencana Pembelian SBN oleh Pemerintah:

Minat investor luar negeri pun masih tinggi, dengan ianya demikian.

ncoming


bid

Mereka berhasil mendapatkan jumlah sebesar Rp 13,95 triliun, yang menyumbang 22,59% dari seluruh tawaran yang diterima.

Ini mengindikasikan bahwa investor luar negeri tetap memiliki keyakinan besar pada kestabilan ekonomi di Indonesia.

Mengingat antusiasme yang besar, pihak berwenang pada akhirnya berhasil (

awarded bid

sebanyak Rp 28 triliun, melebihi target indikatif sebesar Rp 26 triliun.

Dari total

awarded bid

Demikian, para investor luar negeri menerima alokasi senilai Rp 5,33 triliun yang setara dengan kira-kira 19,04 persen.

Di luar jumlah penawaran yang signifikan, hasil lelang surat utang negara ini juga mengindikasikan bahwa tingkat imbal hasil (yield) yang diraih sejalan dengan kondisi di pasaran sekunder.

“Berdasarkan hal itu, pemerintah tidak perlu menyediakan premi atau peningkatan return guna menggaet investor,” ujarnya.


Penerbitan Surat Berharga Negara untuk Perumahan Dinilai Risikonya Tinggi dan Kurang Urgen, Ahli Ekonomi Jelaskan Alasannya

Adapun besaran

awarded bid

beserta

yield

-Berikut ini merupakan rincian untuk setiap seri atau tenor:

1. Tenor pinjaman SPN selama 12 bulan (sebesar Rp2,00 triliun) : 6,25000%

2. FR0104 jangka waktu 5 tahun ( Rp12,70 triliun ) : 6,70023%

3. FR0103 jangka waktu 10 tahun (Rp7,15 triliun) : 7,01985%

4. FR0106 jangka waktu 15 tahun ( Rp1,75 triliun ) : 7,03713%

5. FR0107 jangka waktu 20 tahun ( Rp4,10 triliun ) : 7,07804%

6. FR0105 jangka waktu 40 tahun (senilai Rp300 miliar) : 7,10892%

Related posts