Pemerintah bersiap mengeluarkan stimulus dalam bentuk kredit bank sebesar Rp 20 triliun bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini adalah hasil dari pertemuan tertutup yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomikan, Menteri Keuangan serta Dewan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka Jakarta pada hari Rabu tanggal 19 Maret.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa proses penyaluran subsidi bunga sebesar 5% untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya tinggal menanti persetujuan dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Langkah ini bertujuan sebagai dukungan bagi UMKM yang telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan pinjaman guna memperbaharui atau meningkatkan alat produksinya.
“Setelah lebaran berlalu, aturan tersebut sedang dimusyawarahkan,” ujar Airlangga usai pertemuan.
Airlangga menyatakan bahwa program stimulan untuk merevitalisasi peralatan yang ditujukan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berfungsi untuk mendukung perusahaan dalam menukar atau memperbaharui perlengkapan produksinya sehingga dapat bersaing dengan baik. Dia menerangkan bahwa peningkatan teknologi pada alat-alat tersebut diharapkan akan merangsang peningkatan daya saing industri melalui pencapaian efisiensi energi serta penambahan jumlah produk yang diproduksi.
- Gubernur BI Jelaskan Sebab Investor Pindahkan Dana Ke Emas Dan Surat Utang
- 3 Kandidat Calon Direktur Utama Telkom (TLKM) Lebih Kuat Sebelum RUPS, Berikut Detailnya
- IHSG Meningkat Setelah OJK Mengubah Regulasi tentang Pembelian Kembali Saham, Harga Saham Prajogo TPIA dan PTRO Melonjak
Airlangga menambahkan lebih lanjut bahwa fasilitas pinjaman investasi spesifik ini hanya akan ditujukan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor berdaya serap tinggi seperti industri tekstil, alas kaki, makanan dan minuman, meubel, serta kerajinan kulit. Menurut Airlangga, pemerintah akan membayar 5% dari suku bunga pinjaman yang disediakan bank selama periode delapan tahun.
Di samping itu, Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2017-2024 tersebut menggarisbawahi bahwa jumlah tertinggi dari pinjaman investasi yang dapat diusulkan dalam program pembaruan mesin adalah sebesar Rp10 miliar per badan usaha. Dia menjelaskan, “Oleh karena itu, tidak peduli berapa pun nilai pinjaman bank, pihak pemerintah akan memberikan diskon sebesar 5%.”
Airlangga menyebutkan bahwa industri berbasis tenaga kerja, lebih spesifik dalam sektor textile, memiliki dampak signifikan pada ekonomi lokal melalui produksi bahan tekstil serta pakaian. Dengan memberlakukan paket dukungan finansial berupa kredit untuk pembaruan mesin, hal tersebut dinilai penting supaya pengusaha dapat bersaing dengan baik.
Menteri Perindustrian yang bertugas dari tahun 2016 sampai 2019 juga mengatakan bahwa sektor industri dengan intensitas pekerja tinggi memberikan sumbangan signifikan terhadap nilai ekspor senilai US$ 2 miliar serta mempekerjakan hampir 4 juta orang.
“Sebenarnya, Indonesia telah meningkatkan standar dengan memproduksi barang-barang bernilai lebih tinggi. Seperti dalam industri sepatu dan tekstil. Negara ini juga berperan sebagai pusat penting,” ungkap Airlangga.






