Peringatan Dini: Siaga Cuaca Ekstrem BMKG di Jawa Tengah 20-21 Maret 2025

Peringatan Dini: Siaga Cuaca Ekstrem BMKG di Jawa Tengah 20-21 Maret 2025


JAKARTA,

– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 20-21 Maret 2025.

Cuaca ekstrem ini dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Menurut Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, terdapat beberapa faktor atmosfer yang menjadi pemicu utama kondisi ini.

“Berdasarkan informasi dinamika atmosfer yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani Semarang siang ini, ada beberapa faktor yang berpotensi memicu terjadinya cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan,” katanya di Cilacap, Rabu (19/3).

Salah satu penyebab utamanya adalah adanya arus siklonik di Samudera Hindia bagian selatan pulau Jawa yang mengakibatkan timbulnya zona perpotongan serta pembelokan angin di kawasan Jawa Tengah.

Di samping itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tengah aktif pada tahap 3 ikut mendorong peningkatan jumlah hujan di wilayah tersebut. Kekuatan lembaban udara yang tinggi pada bermacam-maca ketinggian semakin menyebabkan kemungkinan terbentuknya awan hujan dengan massa besar yang bisa merambah sampai ke lapisan atas atmosfer.

Ketidakstabilan cuaca pada tingkat lokal juga terlihat sangat signifikan, yang meningkatkan probabilitas timbulnya hujan lebat bersama dengan kilat dan angin kencang di berbagai wilayah.

“Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada tanggal 19-21 Maret 2025,” jelasnya.

Pihak BMKG juga mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, untuk selalu waspada terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem.

“Kami menyarankan kepada publik untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya iklim ekstrim selama tiga hari mendatang yang bisa menyebabkan bencana alam seperti banjir, longsoran tanah, ribut kencang, jatuhan pohon, dan kilatan petir, terlebih bagi mereka yang bertempat tinggal atau beraktivitas di daerah dengan risiko bencana hidrometeorologi,” ungkap Teguh sebagaimana dilansir dari sumber tersebut.

Antara

.


Wilayah yang Rentan Terkena Iklim Ektrem

BMKG melaporkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah memiliki potensi untuk terpapar iklim ekstrem pada masa itu:


Kamis (20/3/2025):

Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten Semarang, Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Brebes.


Jumat (21/3/2025):

Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten/Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Solo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten/Semarang, Kota Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, serta Brebes.

Related posts