Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, saat ini sedang dalam kondisi prima setelah berhasil meraih kemenangan berturut-turut di kedua race pertama MotoGP 2025.
Seri balapan selanjutnya, yaitu MotoGP Amerika Serikat 2025 yang diselenggarakan di Sirkuit Austin, Texas, menunjukkan bahwa Marquez mungkin akan mencapai prestasi sejenis.
“Sesudah dua lomba awal ini, beberapa hal penting sudah kelihatan. GP23 ternyata tidak memuaskan bagi para pemain utama dalam kategorinya,” ujar Alberto Vergani, yang pernah menjadi manajer dari eks pembalap Ducati, Danilo Petrucci.
Alex Marquez menempati posisi kedua pada klasemen dengan GP24-nya, melewati Bagnaia.
Saya rasa makna seluruh kalimatnya sudah sangat jelas, di mana Marc Marquez tampak tenang, gembira, serta ceria, namun hal utamanya adalah dia merasa lepas dari bebannya.
Saya bersimpati terhadap Bagnaia karena menurut pengamatan saya dia tampak sangat tegang saat mengendarai motornya dan hal itu memberikan beban berat padanya, yang seharusnya tidak ada.
Menurut Vergani, Marquez yang selama empat tahun terakhir mengalami penurunan prestasi akibap cedera serta perfoma motor Honda yang kurang baik sekarang tampaknya telah berhasil keluar dari kesulitan tersebut.
“Marc merupakan pembalap independen, datang dari kehancaman, seperti seorang Mesias, yang membawa kegembiraan bagi setiap orang disekitarnya,” jelas Vergani.
Dia benar-benar menyadari dirinya sejak tahun lalu, dan telah menikmati hasilnya. Saya rasa ia tak pernah merasakan kedamaian seperti itu meski saat-saat terbaikkannya di Honda.
Dia pula menyampaikan ide dengan tegas: “Saya tak perlu membuktikan apapun pada orang lain.” Hal itu membuatnya terbebas dari segala bebannya, dan kita bisa melihat dia meraih kemenangan sekali lagi.
Sebaliknya, Bagnaia tengah bertarung dengan dirinya sendiri.
“Mengingat keadaan yang dihadapi, menurut pendapat saya sendiri: Bagnaia perlu fokus pada kondisinya dan tidak terpengaruh oleh aspek lain dari timnya meskipun Marquez berhasil memenangkan semua perlombaan,” jelas Vergani.
Dirinya perlu berpikir untuk diri sendiri, bekerja keras, sambil tidak mengizinkan rasa putus asa menguasainya. Saya merasa iba terhadap Bagnaia sebab dia tampak begitu kaku saat balapan dan dipenuhi dengan tekanan, hal itu tentunya merupakan kesalahan.
Dirinya sudah meraih tiga juara dunia dan perlu menghilangkan semua tekanan tersebut, mulai dari Marquez.
Seharusnya dia tak perlu mengkhawatirkan Marquez atau prestasinya. Cukup dengan melepaskan pikiran terhadap hal itu, dia dapat kembali menjadi lebih kuat dan cepat karena Bagnaia merupakan seorang juara dan kita sudah mengetahui nilai dari pemain ini.
Bagnaia harus melakukan sortir ulang, mengakui keadaannya, lalu mulai merasakan kesenangan kembali.
Pada saat yang sama, motor GP24 membuat wajah Alex Marquez bersinar dengan senyum.
“GP24 sudah mengembalikan senyuman diwajah Álex, sebab semua kesulitan yang dia hadapi pada GP23 akhirnya sirna,” ungkap Vergani.
Dia menjalankan tanggung jawabnya dengan luar biasa, dan saya mengenalinya sebagai individu yang damai, senang, dan penuh kesadaran.
Dia balapan dengan leluasa dan tanpa beban layaknya kakaknya. Meskipun ia berhar apentingannya adalah meraih kemenangan, namun melawan seorang juara seperti Marc pada masa kini sangatlah challenging.
Vergani menyebutkan bahwa orang yang paling menikmati dirinya sendiri pada masa kini adalah Manajer Umum Ducati, Luigi Dall’Igna.
Gigih (sebutan akrab untuk Luigi) memahami motor miliknya lebih dalam dibandingkan orang lain, dan apa yang dia ungkapkan sebelum balapan di Barcelona menjelaskannya semua: ‘Márquez sudah melaksanakan tindakan luar biasa yang tak bisa dinyatakan lewat GP23.’
“Demikianlah deskripsi lengkapnya, deskripsi yang paling mampu menggambarkan persepsi seluruh hal,” kata Vergani.
Saat ini kami baru memulai, masih ada banyak perlombaan yang akan datang, namun Marquez sudah mengungkapkan kualitas dirinya secara jelas, serta dia unggul dalam pengendalian motornya.
Bagnaia harus mencoba untuk memulai kembali, mengakui keadaannya, lalu dari situ dia bisa merasakan kesenangan berkendara diatas motornya lagi. Cukup sekedar itu.
Keprihatinan utama Pecco adalah kembali menikmati balapan dengan Ducati, setelah itu dia akan mempertimbangkan bagaimana caranya untuk mengungguli Marc.






