Ribu Kasus Kawasaki, Anak Terancam Serangan Jantung

Ribu Kasus Kawasaki, Anak Terancam Serangan Jantung

Penyakit Kawasaki pada Anak: Tantangan dalam Deteksi Dini dan Pengobatan

Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyelenggarakan seminar media yang membahas topik penyakit Kawasaki. Topik ini menjadi fokus utama karena penyakit ini sering kali tidak terdeteksi dengan tepat, terutama di tengah kurangnya data nasional yang akurat.

Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A(K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat ribuan kasus baru penyakit Kawasaki di Indonesia. Namun, karena tidak adanya sistem registrasi nasional, pemetaan penyakit ini masih bergantung pada pengamatan klinis oleh dokter spesialis. Hal ini membuat sebagian besar kasus diduga belum terdiagnosis secara akurat.

Menurut Prof. Najib, jumlah kasus baru penyakit Kawasaki di Indonesia diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 per tahun. Sayangnya, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang benar-benar terdiagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat. Sejak sosialisasi penyakit ini dimulai pada 1999, ia telah menemukan lebih dari 2.000 kasus yang tersebar di berbagai daerah.

Tantangan utama dalam mendeteksi penyakit Kawasaki adalah gejala awalnya yang sering menyerupai penyakit lain, seperti infeksi biasa. Akibatnya, banyak kasus terlewat dari deteksi dini dan tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

“Indonesia bagaimana? Berapa jumlah kasus penyakit Kawasaki-nya? Tidak ada data jujur ya. Yang terjangkau sekitar 200 setahun. Pengalaman saya sendiri, sekitar 100 setahun pasien baru,” ujar Prof. Najib secara daring.

Penyakit Kawasaki atau sindrom Kawasaki adalah jenis vaskulitis (radang pembuluh darah) yang langka. Pembuluh darah yang meradang dapat menjadi lemah dan meregang, sehingga risiko robekan meningkat. Selain itu, pembuluh darah juga bisa mengalami jaringan parut dan menjadi terlalu sempit, yang membatasi aliran darah untuk memberi nutrisi pada jaringan dan organ.

Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Meskipun penyakit ini memengaruhi semua arteri, yang paling mengkhawatirkan adalah arteri koroner. Arteri ini memasok darah ke jantung mereka. Anak-anak dengan arteri koroner yang terdampak dapat mengalami masalah jantung sebagai akibatnya.

Dengan pengobatan yang tepat waktu, sebagian besar anak pulih dalam waktu sekitar dua bulan. Namun, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit ini bisa berdampak serius.

Risiko Serangan Jantung pada Anak dengan Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki merupakan peradangan pembuluh darah sistemik yang dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Salah satu komplikasi yang paling dikhawatirkan adalah pelebaran atau aneurisme arteri koroner, yakni pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otot jantung.

Menurut Prof. Najib, jika tidak diobati, risiko komplikasi ini bisa terjadi pada sekitar 15 hingga 25 persen pasien. Pelebaran pembuluh darah tersebut bisa memicu terbentuknya bekuan darah, yang pada akhirnya berisiko menyebabkan serangan jantung.

Karena itu, keselamatan pasien sangat bergantung pada seberapa cepat keterlibatan pembuluh darah jantung dapat dideteksi dan segera ditangani.

“Ini adalah vaskulitis sistemik atau peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Bisa mengenai banyak bagian, tapi yang menentukan keselamatan pasien adalah keterlibatan pembuluh darah jantung,” ujar Prof. Najib.

Keterlambatan diagnosis penyakit Kawasaki dapat berakibat fatal, karena tidak sedikit anak yang datang berobat dalam kondisi sudah mengalami pelebaran arteri koroner. Kewaspadaan orang tua dan tenaga kesehatan terhadap gejala awal menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius.

Fakta Penting tentang Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki memiliki beberapa fakta penting yang perlu diketahui:

  • Gejala Awal: Sering menyerupai penyakit infeksi biasa, seperti demam tinggi, ruam kulit, dan mata merah.
  • Usia Rentan: Paling umum terjadi pada anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
  • Komplikasi Serius: Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa menyebabkan aneurisme arteri koroner dan risiko serangan jantung.
  • Pengobatan: Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar anak bisa pulih dalam waktu sekitar dua bulan.

Studi terbaru menunjukkan bahwa risiko jantung bisa meningkat hingga 6 bulan usai infeksi RSV. Di sisi lain, vaksin flu dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang lebih rendah.

Dengan informasi ini, penting bagi para orang tua dan tenaga kesehatan untuk lebih waspada terhadap gejala penyakit Kawasaki agar dapat segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.

Related posts