PLTS Apung ITS Siap Beroperasi Penuh

PLTS Apung ITS Siap Beroperasi Penuh

Inovasi Energi Baru di Gili Ketapang

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kini telah berkolaborasi dengan lembaga penelitian di Inggris, Innovate UK, dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Apung Nearshore pertama di Indonesia. Proyek ini diberi nama Solar2Wave dan akan beroperasi di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur.

PLTS yang sedang dalam tahap finalisasi ini memiliki kapasitas sebesar 27,2 kiloWatt. Proyek ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh dalam waktu sebulan ke depan. Dengan adanya proyek ini, masyarakat yang sebelumnya bergantung pada mesin diesel bisa mengurangi beban biaya, sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah terpencil.

Lokasi yang Tepat untuk Pilot Project

Ketua Tim Peneliti Solar2Wave Indonesia, Profesor I Ketut Aria Pria Utama, menjelaskan bahwa Gili Ketapang dipilih sebagai pilot project karena lokasinya relevan dalam merepresentasikan lingkungan yang berdampak melalui energi terbarukan berbasis laut. Rencananya, proyek ini akan dikembangkan ke daerah pesisir Indonesia lainnya.

Proyek Solar2Wave melibatkan beberapa instansi perguruan tinggi seperti Cranfield University di Inggris dan Universitas Pattimura di Maluku. Selain itu, mitra industri seperti Orela Shipyard dan HelioRec dari Perancis juga turut serta dalam proyek ini. “Dalam satu bulan ke depan, fasilitas penyedia listrik ini sudah bisa digunakan dan kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat,” ujar Ikap, sapaan akrab Aria.

Desain Sistem Terbaru untuk Lingkungan Laut

Perwakilan Innovate UK, Jillian Henderson, menjelaskan bahwa proyek Solar2Wave akan menyediakan desain sistem solar panel terapung atau Floating Photovoltaic (FPV) baru yang dapat digunakan di lingkungan gelombang laut yang sulit. Ini merupakan solusi yang menjanjikan untuk memecahkan masalah akses energi bagi pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Menurut Jillian, isu pemanasan global dan tingginya kebutuhan energi bagi nelayan menjadi peluang pengembangan teknologi ini. “Tantangannya adalah memastikan masyarakat paham cara memaksimalkan manfaat teknologi ini untuk keseharian mereka,” kata Jillian dalam keterangan tertulis yang sama.

Dukungan dari Masyarakat Setempat

Apresiasi datang dari Kepala Desa Gili Ketapang, Monir, yang menilai proyek bisa membantu kebutuhan warga pesisir. Menurutnya, akses energi yang lebih stabil menjadi kunci kemakmuran nelayan setempat, terutama dalam menekan ongkos produksi. Monir berharap proyek berjalan lancar.

“Selain untuk kebutuhan energi, listrik ini kami butuhkan untuk memproduksi es batu untuk pengawetan ikan agar hasil tangkapan nelayan tetap segar dan punya nilai jual tinggi,” ucapnya.

Potensi Pengembangan di Daerah Pesisir

Dengan proyek Solar2Wave, potensi pengembangan energi terbarukan di daerah pesisir Indonesia sangat besar. PLTS Apung Nearshore tidak hanya memberikan solusi energi yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Dengan adanya listrik yang stabil, nelayan dapat meningkatkan produktivitas mereka, termasuk dalam pengolahan dan penyimpanan hasil tangkapan.

Pengembangan proyek ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam akses energi. Dengan kolaborasi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan industri, inovasi seperti Solar2Wave dapat menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Related posts