Permintaan Menurun, Sony Berhenti Produksi Blu-ray

Permintaan Menurun, Sony Berhenti Produksi Blu-ray



BANTENMEDIA, JAKARTA — Sony Corporation mengumumkan penghentian produksi perekam Blu-ray Disc secara global. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap penurunan permintaan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pengumuman resmi dilakukan oleh Sony pada 9 Februari 2026, dan perusahaan akan secara bertahap mengakhiri pengiriman seluruh model perekam Blu-ray Disc mulai Februari 2026. Tidak ada rencana untuk meluncurkan model penerus. Dengan demikian, konsumen tidak lagi dapat membeli perangkat perekam Blu-ray setelah stok yang tersedia habis.

Langkah ini sejatinya telah direncanakan sebelumnya. Pada 2024, Sony menyampaikan rencana untuk menghentikan pengembangan dan produksi Blu-ray Disc yang dapat direkam serta format cakram optik lainnya. Perusahaan juga mengurangi sekitar 40% tenaga kerja di divisi media karena pasar penyimpanan optik tidak berkembang sesuai harapan.

Pada tahun lalu, Sony sudah mengonfirmasi penghentian produksi Blu-ray yang dapat direkam, MiniDisc, MD Data, serta kaset MiniDV. Kini, perusahaan mengakhiri pengiriman seluruh perangkat perekam Blu-ray, sehingga kategori produk tersebut resmi ditutup.

Beberapa model yang terdampak penghentian ini antara lain BDZ-ZW1900 (rilis 2024) serta BDZ-FBT4200, BDZ-FBT2200, dan BDZ-FBW2200 (rilis 2023). Seluruh model perekam Blu-ray yang masih beredar akan mengikuti penghentian distribusi mulai awal 2026.

Meski demikian, Sony menegaskan bahwa keputusan ini hanya berlaku untuk perangkat perekam Blu-ray yang dilengkapi fitur perekaman. Perusahaan tetap akan memproduksi pemutar Blu-ray untuk kebutuhan pemutaran (playback), termasuk pemutar Blu-ray standar dan UHD Blu-ray, setidaknya untuk sementara waktu. Sony juga menyatakan belum memiliki rencana menghentikan produksi cakram Blu-ray standar.

Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan bisnis yang dimulai pada 2003, ketika Sony memperkenalkan perekam Blu-ray Disc pertama di dunia. Dalam satu dekade terakhir, sejumlah perusahaan teknologi lain juga mengurangi atau menghentikan bisnis Blu-ray.

Oppo menutup bisnis perangkat Blu-ray pada 2018. Setahun kemudian, Samsung mengumumkan penghentian produksi pemutar Blu-ray dan UHD Blu-ray, disusul LG yang menghentikan produksi pemutar Blu-ray pada 2024. Sementara itu, Panasonic masih memproduksi perangkat serupa di pasar tertentu.

Di tengah pergeseran preferensi konsumen ke layanan streaming dan penyimpanan berbasis cloud, pasar perangkat perekam cakram fisik terus menyusut. Kendati demikian, sejumlah perusahaan seperti Asus, LG, dan Pioneer masih memproduksi drive Blu-ray, sementara Panasonic dan Verbatim tetap memproduksi cakram Blu-ray.

Alasan Penghentian Produksi

Berikut adalah beberapa alasan utama yang mendorong Sony untuk menghentikan produksi perekam Blu-ray:

  • Penurunan permintaan yang signifikan dari konsumen dalam beberapa tahun terakhir
  • Berkurangnya minat terhadap format cakram optik dibandingkan dengan layanan digital
  • Perubahan tren industri teknologi yang beralih ke solusi penyimpanan berbasis cloud
  • Penghematan biaya operasional dengan mengurangi jumlah tenaga kerja di divisi media

Dampak terhadap Konsumen

Konsumen yang saat ini menggunakan perangkat perekam Blu-ray harus mempertimbangkan alternatif lain, seperti:

  • Menggunakan layanan streaming untuk menonton konten
  • Memilih perangkat pemutar Blu-ray yang masih diproduksi
  • Mentransfer data dari cakram Blu-ray ke format digital

Selain itu, konsumen juga perlu memastikan bahwa mereka membeli perangkat perekam Blu-ray sebelum stok habis.

Persaingan di Pasar Teknologi

Penghentian produksi oleh Sony tidak terlepas dari tren persaingan di pasar teknologi. Beberapa perusahaan lain juga telah mengambil langkah serupa, seperti:

  • Oppo: Menutup bisnis perangkat Blu-ray pada 2018
  • Samsung: Menghentikan produksi pemutar Blu-ray dan UHD Blu-ray pada 2019
  • LG: Menghentikan produksi pemutar Blu-ray pada 2024
  • Panasonic: Masih memproduksi perangkat serupa di pasar tertentu

Masa Depan Blu-ray

Meskipun penghentian produksi oleh Sony menandai akhir dari era perekam Blu-ray, format ini masih digunakan oleh sejumlah perusahaan. Misalnya, Asus, LG, dan Pioneer tetap memproduksi drive Blu-ray, sedangkan Panasonic dan Verbatim tetap menjual cakram Blu-ray.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, masa depan Blu-ray mungkin bergantung pada seberapa besar permintaan konsumen terhadap format fisik. Namun, tren saat ini menunjukkan bahwa layanan digital dan penyimpanan cloud akan menjadi pilihan utama.

Related posts