Penjualan Kacamata AI Meta Ray-Ban Capai 7 Juta Unit, Produksi Ditingkatkan

Penjualan Kacamata AI Meta Ray-Ban Capai 7 Juta Unit, Produksi Ditingkatkan

Perkembangan Pasar Kacamata Pintar yang Mengesankan

Perusahaan induk merek Ray-Ban dan Oakley, EssilorLuxottica, melaporkan peningkatan signifikan dalam volume penjualan perangkat kacamata cerdas dalam laporan kinerja kuartal keempatnya. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa penjualan kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI) hasil kolaborasi dengan Meta telah melebihi angka 7 juta unit sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini menandai pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan total penjualan gabungan pada tahun-tahun sebelumnya. Catatan menunjukkan bahwa total penjualan perangkat serupa pada periode 2023 dan 2024 jika digabungkan hanya mencapai kisaran 2 juta unit.

Manajemen EssilorLuxottica menyatakan bahwa keberhasilan di sektor wearables kini menjadi pendorong utama revolusi kacamata AI. Kekuatan merek-merek ikonik di bawah naungan perusahaan dinilai sebagai permintaan yang kuat di kalangan konsumen global.

Perluasan Lini Produk dan Strategi Pasar

Pertumbuhan eksponensial ini turut didorong oleh perluasan lini produk ke merek Oakley pada Juni lalu. Strategi tersebut berperan penting dalam memperluas jangkauan audiens dan memacu permintaan pasar terhadap teknologi yang dapat dikenakan.

Tingginya antusiasme pasar memaksa kedua perusahaan mitra untuk merevisi target operasional manufaktur mereka. Meta dan EssilorLuxottica dikabarkan tengah mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi hingga setidaknya 20 juta unit pada akhir tahun ini.

Revisi target produksi tersebut dinilai krusial untuk memenuhi gelombang permintaan yang terus meningkat. Ketersediaan produk di rantai pasok global menjadi fokus utama manajemen di tengah tingginya minat adopsi teknologi wearable di kalangan konsumen.

Pengaruh Pasar Amerika Serikat

Lonjakan permintaan di pasar Amerika Serikat juga berdampak langsung pada strategi distribusi internasional Meta. Sebelumnya, perusahaan teknologi tersebut melaporkan adanya permintaan yang luar biasa di AS, khususnya untuk model-model terbaru.

Situasi pasokan yang ketat membuat Meta memutuskan untuk menunda peluncuran internasional model “Ray-Ban Display”. Model yang semula dijadwalkan rilis global pada awal 2026 ini akan ditahan sementara waktu demi memprioritaskan pemenuhan pasar di AS.

Fitur dan Spesifikasi Kacamata Pintar Terbaru

Secara spesifikasi, model terbaru yang diperkenalkan pada September 2025 tersebut dibanderol dengan harga sekitar US$799 (sekitar Rp12,5 juta). Perangkat ini menawarkan fitur unggulan berupa layar kecil yang terintegrasi langsung ke dalam lensa kacamata.

Inovasi teknologi pada model anyar ini mencakup dukungan teknologi saraf (neurotechnology) dan kontrol gestur tangan. Fitur tersebut memungkinkan interaksi pengguna yang lebih intuitif tanpa perlu menyentuh perangkat secara fisik, sebuah kemajuan signifikan dari generasi sebelumnya.

Kolaborasi Jangka Panjang dan Kompetisi Pasar

Kolaborasi strategis antara EssilorLuxottica dan Meta sendiri telah terjalin sejak 2019. Momentum pertumbuhan bisnis mulai terlihat nyata pascapeluncuran versi kedua pada 2023, setelah generasi pertama yang rilis pada 2021 belum mendapatkan traksi pasar yang optimal.

Menyusul kinerja penjualan yang positif, Meta mengonfirmasi komitmen jangka panjangnya untuk terus bermitra dengan raksasa kacamata tersebut. Kedua entitas telah memperpanjang perjanjian kemitraan pada 2024 untuk mengembangkan produk bersama hingga setidaknya satu dekade ke depan.

Dominasi pasar yang dicapai EssilorLuxottica dan Meta terjadi di tengah lanskap kompetisi teknologi yang semakin ketat. Sejumlah raksasa teknologi lain seperti Google, Apple, dan Samsung diketahui juga tengah mengembangkan perangkat mandiri dalam kategori kacamata pintar ini.

Related posts