Pemkot Serang Jamin Ketersediaan Beras dan Minyak Jelang Ramadan 2026

Pemkot Serang Jamin Ketersediaan Beras dan Minyak Jelang Ramadan 2026

Tingkat Inflasi Kota Serang pada Januari 2026

Tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) Kota Serang pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,06 persen. Sementara itu, secara bulanan (month to month), kota ini mengalami deflasi sebesar 0,16 persen. Hal ini disampaikan oleh Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi saat diwawancarai di Puspemkot Serang, Rabu (11/2/2026).

Inflasi adalah kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, yang mengakibatkan penurunan daya beli. Sedangkan deflasi adalah penurunan harga secara umum dan terus-menerus, yang menandakan lemahnya permintaan.

“Di mana Kota Serang kalau month to month-nya deflasi, kalau deflasi sebetulnya ini adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota Serang berjalan dengan sesuai dengan rencana,” kata Yudi.

Ia menjelaskan bahwa pada Desember 2025 lalu, Kota Serang sempat mengalami kenaikan secara bulanan akibat meningkatnya permintaan saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, pada Januari 2026, karena event-eventnya mungkin tidak ada atau berkurang, sehingga terjadi deflasi minus 0,16 persen.

Meski secara bulanan terjadi deflasi, tingkat inflasi tahunan Kota Serang pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,06 persen. Yudi menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, perbedaan kebijakan subsidi listrik pada Januari 2025 dan Januari 2026. Pada awal 2025, pemerintah pusat memberikan subsidi listrik sehingga tarif mengalami penurunan. Sementara pada 2026 tarif kembali normal, sehingga secara statistik terlihat terjadi kenaikan.

Yang kedua, harga emas yang permintaannya cukup tinggi, sehingga juga menyebabkan inflasi. Selanjutnya, sigaret kretek putih, ikan bawal, dan sigaret kretek menjadi penyumbang utama inflasi di bulan Januari tahun 2026.

Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Yudi memastikan stok bahan pokok di Kota Serang dalam kondisi aman. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat rencana ekspor beras oleh Bulog Banten atas arahan pemerintah pusat. Namun, ia menegaskan bahwa ekspor harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu pasokan dalam negeri.

“Tapi dengan catatan jangan sampai ini ekspor tapi di dalam daerah atau di dalam negeri berkurang,” ucapnya.

Yudi juga mengungkapkan bahwa stok komoditas minyak goreng mencukupi. Namun, terdapat kendala pada sisi distribusi karena masih banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), yang menjadi salah satu syarat dalam penyaluran. “Ini bagaimana peran pemerintah untuk mengupayakan supaya pedagang mendapatkan NIB. Supaya harga minyak kita harus sesuai dengan HET Rp15.700,” ungkap Yudi.

Kondisi Daya Beli Masyarakat dan Distribusi Bahan Pokok

Menanggapi daya beli masyarakat, Yudi menilai kondisi masih relatif stabil. Hal itu terlihat dari tingginya pembelian emas oleh masyarakat, yang dinilai sebagai bentuk investasi atau tabungan. Sementara dari sisi distribusi bahan pokok, justru terjadi deflasi. Meski demikian, faktor cuaca disebut berpotensi mengganggu distribusi komoditas hortikultura seperti cabai.

“Beras stoknya ada, minyak juga ada, gula juga ada walaupun tidak banyak. Harga juga normal, mudah-mudahan dengan banyaknya barang justru terkendali,” kata Yudi.

Komoditas Daging dan Pengaruh Impor

Untuk komoditas daging, Yudi menyebut bukan termasuk kebutuhan pokok utama karena masyarakat masih memiliki alternatif lain seperti daging ayam atau kerbau. Ia juga mengakui adanya kebijakan dari luar negeri yang memengaruhi harga impor daging, sehingga berdampak pada harga di tingkat pedagang.

“Kalau harganya sudah mahal dari impornya pasti di sini juga, kan mereka cari untung bukan kebutuhan,” pungkasnya.


Related posts