Harga bahan pokok naik jelang Ramadan, cabai tembus Rp100 ribu per kilogram

Peningkatan Harga Bahan Pokok di Pasar Induk Rau, Kota Serang

Pasar Induk Rau, yang terletak di Jl. KH Abdul Latif, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, merupakan pusat perdagangan tradisional terbesar dan tertua di kota tersebut. Dibangun pada tahun 1982, pasar ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 5 hektar dengan bangunan tiga lantai. Pasar ini juga diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Menjelang bulan Ramadan 2026, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Induk Rau mengalami kenaikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang maupun konsumen. Beberapa komoditas seperti cabai, bawang, telur, hingga daging ayam mengalami peningkatan harga yang signifikan.

Perubahan Harga Berbagai Komoditas

Salah satu komoditas yang paling mencolok adalah cabai rawit merah. Saat ini, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram, sedangkan sebelumnya hanya Rp70.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Selain itu, cabai keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara bawang merah kini dijual seharga Rp50.000 per kilogram, naik dari Rp40.000 sebelumnya. Bawang putih juga mengalami kenaikan, dengan harga saat ini sebesar Rp35.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti kol mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Namun, harga tomat masih relatif stabil di angka Rp12.000 per kilogram.

Penyebab Kenaikan Harga

Para pedagang mengaku bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh berkurangnya pengiriman barang dari distributor. Asuri, seorang pedagang sayuran di Pasar Rau, menjelaskan bahwa meskipun stok saat ini cukup baik, pengiriman dari distributor mengalami penurunan.

“Kami tidak bisa memprediksi apakah harga akan terus meningkat atau tidak. Tapi, kami harap harga bisa stabil agar masyarakat tidak terganggu,” ujar Asuri.

Dampak pada Pedagang Telur dan Ayam

Kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh penjual telur ayam. Ahmad, seorang pedagang telur, menyampaikan bahwa harga telur naik sebesar Rp2.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Ia memperkirakan harga telur masih berpotensi naik hingga Idul Fitri.

“Saya berharap harga telur tidak terus meningkat karena akan memberatkan masyarakat. Kami juga merasa repot karena modal yang besar,” jelas Ahmad.

Sementara itu, pedagang ayam potong, Oji, mengatakan bahwa harga ayam kecil saat ini sebesar Rp42.000 per ekor, sedangkan ayam besar seharga Rp40.000 per ekor. Penjualan ayam mengalami penurunan signifikan, dari rata-rata 1.000 ekor per hari menjadi sekitar 700 ekor.

“Kami berharap harga bisa turun agar stabil. Jika harga bisa diturunkan menjadi Rp35.000 per ekor, penjual seperti saya akan lebih tenang dalam berbelanja,” tambah Oji.

Harapan Pedagang untuk Stabilitas Harga

Para pedagang di Pasar Induk Rau berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadan. Mereka berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan tidak terganggu oleh kenaikan harga yang terlalu drastis.


Related posts