Ekspansi Data Center Dorong Pertumbuhan TLKM, Cek Rekomendasinya

Ekspansi Data Center Dorong Pertumbuhan TLKM, Cek Rekomendasinya

Prospek Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di Tahun 2026

Prospek kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada tahun 2026 dinilai masih menarik, terutama seiring dengan langkah ekspansi perseroan di bisnis data center. Perusahaan berupaya memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kapasitas infrastruktur untuk menghadapi permintaan yang terus meningkat.

Ekspansi Data Center Secara Selektif

Manajemen Telkom menyampaikan bahwa ekspansi data center akan dilakukan secara selektif, baik melalui peningkatan kapasitas di lokasi eksisting maupun pengembangan lokasi baru yang memiliki potensi permintaan tinggi dan konektivitas strategis. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan operasional dan efisiensi biaya.

Salah satu proyek utama yang sedang dikembangkan adalah Hyperscale Data Center Batam. Proyek ini dikelola oleh anak perusahaan Telkom, NeutraDC, dan dirancang sebagai pusat data yang siap mendukung teknologi AI. Lokasinya yang strategis di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, dan Riau) memberikan akses yang mudah terhadap pasar regional.

Keuntungan dari Fasilitas AI-Ready

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai bahwa ekspansi ini memiliki nilai strategis tinggi. Ia menjelaskan bahwa status AI-ready dari fasilitas tersebut dapat menawarkan margin yang lebih tinggi dibandingkan konnektivitas tradisional. Selain itu, proyek ini bisa menjadi mesin pertumbuhan baru jangka panjang bagi Telkom, terlebih dalam situasi stagnasi bisnis legacy.

Fasilitas Hyperscale Data Center Batam memiliki kapasitas awal sebesar 18 MW dan dapat ditingkatkan hingga 54 MW. Selain itu, bangunan ini telah memperoleh sertifikasi Uptime Institute Tier III Certification of Design Documents, yang menunjukkan standar kualitas yang tinggi. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Penguatan Jaringan Data Center Lokal

Selain pengembangan hyperscale data center, Telkom juga fokus pada optimalisasi jaringan data center lokal melalui neuCentrIX. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan layanan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan demikian, Telkom berupaya memastikan akses layanan digital yang merata di seluruh Indonesia.

Katalis Utama Profitabilitas

Dari sisi katalis, Wafi menyoroti realisasi efisiensi biaya dari sinergi fixed mobile convergence (FMC) antara IndiHome dan Telkomsel. Integrasi ini dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap struktur biaya dan margin perseroan.

Namun, ia juga mengingatkan adanya sejumlah sentimen negatif yang perlu dicermati. Salah satunya adalah risiko persaingan tarif data yang berpotensi meningkat pasca konsolidasi operator lain. Selain itu, penetrasi layanan satelit orbit rendah seperti Starlink juga dinilai dapat menggerus pangsa pasar, khususnya di wilayah terpencil.

Rekomendasi Investasi

Dengan mempertimbangkan berbagai katalis dan risiko tersebut, Wafi merekomendasikan Buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.900 per saham. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek kinerja yang menjanjikan dan posisi strategis Telkom dalam industri data center.

Related posts