Ahli Pertahanan Israel Khawatir Turki dan Mesir Kembangkan Senjata Nuklir

Ahli Pertahanan Israel Khawatir Turki dan Mesir Kembangkan Senjata Nuklir

Peringatan Penting dari Tokoh Pertahanan Israel

Di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas, seorang tokoh penting di bidang pertahanan dan keamanan Israel, Yuval Steinitz, memberikan peringatan mengenai ancaman nuklir dari negara-negara tetangga. Steinitz, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Rafael Advanced Defence Systems (RADS), menekankan pentingnya pengawasan terhadap negara-negara seperti Mesir dan Turki dalam upaya mencegah pengembangan senjata nuklir secara diam-diam.

Pengalaman dan Latar Belakang Steinitz

Steinitz adalah sosok yang sangat berpengalaman dalam dunia pertahanan Israel. Ia telah lama terlibat dalam berbagai posisi strategis, termasuk menjadi anggota Knesset dan menteri selama lebih dari dua dekade. Posisi-posisi kunci yang pernah ia pegang antara lain menteri intelijen, menteri urusan strategis, ketua Komite Luar Negeri dan Pertahanan, serta ketua Subkomite Intelijen dan Dinas Rahasia. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang veteran di bidang pertahanan, dan telah diangkat sebagai ketua dewan direksi RADS dua tahun lalu.

Ancaman Nuklir dari Iran dan Negara Lain

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, Steinitz menyampaikan bahwa Israel sedang mempersiapkan diri untuk berbagai skenario, termasuk jika perundingan AS dengan Iran terkait program nuklir milik Teheran mengalami kebuntuan. Namun, ia menekankan bahwa risiko yang lebih luas tidak hanya datang dari Iran, tetapi juga dari negara-negara lain di kawasan.

“Negara seperti Israel harus mengkhawatirkan segala hal, dan kita harus memantau dengan cermat negara-negara lain di Timur Tengah, seperti Mesir dan Turki, untuk memastikan mereka tidak secara diam-diam mengembangkan senjata nuklir,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh Middle East Monitor.

Steinitz juga tidak memungkiri bahwa keberadaan senjata nuklir di tangan Iran akan menjadi ancaman besar bagi Israel. Ia menyatakan bahwa ia lebih memilih hidup di bawah ancaman 10 ribu rudal balistik daripada di bawah ancaman satu bom nuklir. Hal ini menunjukkan bahwa ia melihat ancaman nuklir sebagai sesuatu yang jauh lebih berbahaya dibandingkan ancaman rudal biasa.

Sistem Pertahanan Udara Israel yang Siap Beroperasi

Meskipun demikian, Steinitz menegaskan bahwa sistem pertahanan udara berlapis Israel siap mencegat setiap serangan. Menurutnya, teknologi pertahanan yang dimiliki Israel cukup canggih untuk menghadapi ancaman serius dari pihak luar.

Selain itu, ia berharap Amerika Serikat (AS) dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam konflik di masa depan. Ia menyoroti pentingnya pangkalan udara AS yang berada di dekat Iran dan kapal induk yang dapat membantu menargetkan sistem rudal musuh.

Masa Depan dan Persiapan untuk Ancaman yang Lebih Besar

Steinitz juga menyoroti pentingnya persiapan jangka panjang dalam menghadapi ancaman nuklir. Ia menilai bahwa keamanan nasional Israel tidak boleh dianggap remeh, terlebih dalam situasi yang semakin kompleks. Dengan pengalaman dan pengetahuannya yang luas, ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan negara tersebut.

Dengan semua langkah yang telah diambil dan rencana yang terus dikembangkan, Israel tampaknya siap menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Steinitz menjadi salah satu tokoh yang berperan penting dalam memastikan bahwa negara ini tetap aman dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Related posts