Wilayah Sambirata Terendam Banjir, Warga Berupaya Mengatasi Kondisi Darurat
Wilayah Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, mengalami banjir pada Minggu (11/1/2026). Kejadian ini terjadi sejak siang hari setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Banjir yang melanda kawasan ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.
Salah satu faktor penyebab banjir diduga berasal dari air kiriman yang datang dari wilayah Kabupaten Serang, khususnya dari sekitar Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon. Hal ini membuat kondisi air di perempatan Sambirata menjadi lebih parah.
Seorang warga yang tengah mengatur lalu lintas di perempatan Sambirata mengungkapkan bahwa banjir sudah terjadi sejak siang tadi. Ia menyebutkan bahwa ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter atau setinggi dada orang dewasa. Saat ini, air mulai surut, namun kondisi masih memprihatinkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa jalanan di sekitar Markas Polsek Cibeber masih digenangi air dengan ketinggian antara mata kaki hingga lutut. Pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, terlihat sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, lalu lalang secara bergantian melintasi perempatan tersebut.
Beberapa pengendara sepeda motor terlihat mematikan mesin kendaraannya saat melintasi genangan banjir. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan pada mesin akibat masuknya air. Bahkan, ada beberapa sepeda motor yang mengalami mati mesin setelah melintasi genangan air di kawasan tersebut.
Warga setempat terlihat berupaya membantu mengatur arus lalu lintas di tengah genangan banjir. Mereka berjaga di sekitar perempatan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Tak sedikit pula warga sekitar yang menyaksikan kondisi banjir di lokasi tersebut, sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwajib.
Selain itu, halaman parkir minimarket Indomaret yang berada tepat di perempatan Sambirata juga tampak digenangi air banjir. Hal ini menambah kesulitan bagi pengunjung dan pengusaha di sekitar area tersebut.
Dampak Banjir terhadap Kehidupan Warga
Banjir yang terjadi di wilayah Sambirata memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan warga sehari-hari. Banyak aktivitas yang terganggu, termasuk akses ke tempat-tempat penting seperti sekolah dan pasar. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati dalam melintasi area yang tergenang.
Selain itu, banjir juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, seperti penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akibat kontak dengan air yang tercemar. Warga diminta untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.
Upaya Penanganan dan Peringatan
Pihak kelurahan dan kecamatan telah melakukan upaya penanganan darurat, termasuk membersihkan saluran air yang tersumbat dan memperbaiki sistem drainase. Namun, karena sumber banjir berasal dari luar wilayah, penanganan lebih lanjut memerlukan koordinasi dengan pihak kabupaten.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mengabaikan anjuran dari pihak berwenang. Jika terjadi hujan deras lagi, warga diminta untuk segera mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman.
Dalam situasi seperti ini, kebersamaan dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Dengan kolaborasi antara warga, pemerintah setempat, dan instansi terkait, diharapkan kondisi bisa segera pulih dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
