Warga Desa Idaman Terisolasi Akibat Banjir
Sebanyak 1.266 jiwa dari 422 kepala keluarga (KK) di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, terdampak banjir. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Cilemer meluap sejak Sabtu (10/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026). Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ketinggian air mencapai hampir satu meter, sehingga membuat kondisi warga sangat memprihatinkan.
Kepala Desa Idaman, Hilman, mengungkapkan bahwa saat ini warga terisolasi dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Hal ini disebabkan oleh akses jalan yang terputus akibat terendam banjir. “Warga terisolasi, tidak bisa ke mana-mana karena jalan terputus,” katanya kepada wartawan.
Hilman menyampaikan bahwa hingga kini belum ada bantuan yang diterima dari pemerintah daerah. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa pada banjir sebelumnya, warga pernah menerima bantuan dari relawan. Ia berharap agar pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten, hingga pemerintah pusat dapat melakukan normalisasi Sungai Cilemer.
“Saya berharap ada survei ke lokasi dan dilanjutkan pembangunan tanggul banjir di bantaran Sungai Cilemer,” ujarnya. Ia menilai bahwa langkah-langkah preventif seperti ini sangat penting untuk mencegah terulangnya banjir yang sama di masa depan.
Selain itu, Hilman mengimbau masyarakat Desa Idaman agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan banjir susulan. “Warga diharapkan waspada dan menjaga barang-barang berharga karena dikhawatirkan masih ada banjir susulan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, menyampaikan bahwa warga masih bertahan di rumah masing-masing. “Warga masih bertahan di rumahnya masing-masing karena sudah melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Nana menambahkan bahwa saat ini akses jalan darat tidak dapat dilewati karena terendam banjir. “Tidak bisa dilewati, kemungkinan hanya bisa menggunakan perahu,” pungkasnya.
Dampak Banjir terhadap Kehidupan Warga
Banjir yang terjadi di Desa Idaman telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari warga. Tidak hanya mengganggu mobilitas, banjir juga mengancam kebutuhan dasar seperti air bersih dan sumber pangan. Beberapa rumah warga terendam air hingga bagian bawah, sehingga banyak dari mereka harus meninggalkan tempat tinggalnya sementara waktu.
Berdasarkan laporan dari warga setempat, sebagian besar kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng mulai menipis. Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya kelangkaan pasokan jika situasi tidak segera membaik. Selain itu, kondisi sanitasi juga menjadi masalah serius, dengan banyak saluran air yang terganggu akibat banjir.
Upaya Penanganan Darurat
Meski situasi cukup sulit, warga Desa Idaman terlihat tetap tenang dan bekerja sama dalam menghadapi bencana alam ini. Mereka saling membantu dalam mengatur logistik dan membersihkan lingkungan. Namun, upaya-upaya tersebut terbatas karena kurangnya fasilitas dan bantuan dari pihak luar.
BPBD Pandeglang dan instansi terkait lainnya sedang berupaya keras untuk mengevaluasi kondisi wilayah yang terkena banjir. Diperlukan survei lebih lanjut untuk menentukan titik-titik rawan banjir dan rencana penanggulangan jangka panjang.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Desa Idaman berharap agar pemerintah segera merespons situasi ini dengan memberikan bantuan yang layak. Selain bantuan langsung, mereka juga berharap ada program rehabilitasi dan penguatan infrastruktur yang dapat mencegah terjadinya banjir lagi di masa depan.
Dengan harapan tersebut, warga tetap berusaha bertahan dan menjaga semangat meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, situasi bisa segera pulih dan kembali stabil.






