Banjir Melanda 40 Rumah di Desa Katumbiri, Pandeglang
Banjir yang melanda Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, telah mengakibatkan sebanyak 40 rumah terendam air. Peristiwa ini terjadi sejak tadi malam dan hingga saat ini belum surut, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Desa (Kades) Katumbiri, Jaenal, menjelaskan bahwa ketinggian air mencapai 1,5 meter. Ia menyampaikan informasi tersebut melalui sambungan telepon. Menurutnya, banjir terjadi secara mendadak dan berdampak signifikan pada warga setempat.
“Ya, banjir tadi malam, 40 rumah yang terendam banjir,” ujar Jaenal.
Ia menambahkan bahwa tiga rumah mengalami kerusakan parah akibat arus air yang sangat deras. “Tiga rumah jebol, bahkan dapurnya juga runtuh. Itu yang paling parah,” katanya.
Saat ini, penanganan banjir masih dilakukan oleh pihak desa. Namun, sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah terkait peristiwa tersebut.
“Belum ada bantuan dari pemerintah daerah, hanya desa yang membantu warga sekarang,” ucap Jaenal.
Warga di lokasi banjir masih bertahan di rumah masing-masing. Namun, tiga rumah yang mengalami kerusakan parah memaksa penghuninya untuk mengungsi ke rumah warga lain.
“Yang lain tetap di rumah, tapi tiga rumah itu diungsikan ke tetangga,” tambahnya.
Menurut Jaenal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti ini.
Dampak Banjir Terhadap Warga
Peristiwa banjir yang terjadi di Desa Katumbiri memiliki dampak yang cukup besar terhadap kehidupan sehari-hari warga. Banyak dari mereka harus menghadapi kesulitan dalam mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik. Selain itu, kondisi lingkungan yang basah dan lembap juga meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
- Warga mengaku kesulitan mengakses jalan utama karena air yang menggenangi permukaan jalan.
- Beberapa rumah mengalami kerusakan pada struktur bangunan, termasuk dinding dan atap.
- Kondisi air yang tergenang juga menyebabkan gangguan pada sistem sanitasi dan pembuangan limbah.
Upaya Penanganan Darurat
Pihak desa sedang berupaya keras untuk menangani situasi darurat ini. Mereka melakukan koordinasi dengan warga untuk memastikan kebutuhan dasar dapat terpenuhi. Selain itu, pihak desa juga memberikan bantuan berupa makanan dan perlengkapan kebutuhan pokok kepada warga yang terkena dampak banjir.
- Pihak desa menyiapkan posko darurat untuk para pengungsi.
- Dilakukan pembersihan area yang tergenang air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Diperlukan bantuan dari pihak luar untuk mempercepat proses pemulihan.
Keberlanjutan dan Tindak Lanjut
Dalam jangka panjang, diperlukan langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir di wilayah ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki saluran drainase dan memastikan bahwa daerah resapan air tetap terjaga.
- Diperlukan survei dan evaluasi terhadap wilayah yang rentan banjir.
- Masyarakat diajarkan bagaimana cara menghadapi bencana alam seperti banjir.
- Diperlukan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Desa Katumbiri merupakan peringatan penting akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Meski saat ini belum ada korban jiwa, namun dampaknya terhadap kehidupan warga sangat signifikan. Dengan upaya yang dilakukan oleh pihak desa dan komunitas setempat, diharapkan kondisi dapat segera pulih dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.
