Peningkatan Perjalanan Wisnus di Bengkulu
Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Provinsi Bengkulu menjadi indikasi positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 6,04 juta perjalanan wisnus menuju Bengkulu.
Pergerakan wisatawan ini tidak hanya memberikan dampak positif pada sektor pariwisata, tetapi juga berkontribusi terhadap aktivitas sektor jasa seperti perhotelan, transportasi, serta usaha pendukung lainnya. Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata dapat dilihat melalui perkembangan tingkat penghunian kamar hotel.
Tingkat Penghunian Hotel
Pada Oktober 2025, tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi bintang di Provinsi Bengkulu mencapai 45,98 persen. Angka ini menunjukkan bahwa bisnis perhotelan masih berjalan meskipun dengan tingkat penghunian yang belum sepenuhnya optimal. Sementara itu, untuk hotel non bintang, tingkat penghunian kamar pada bulan yang sama tercatat sebesar 16,01 persen.
Selain tingkat penghunian, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel sebagai salah satu indikator kinerja industri perhotelan. Pada Oktober 2025, rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang tercatat selama 1,24 malam, sedangkan untuk hotel non bintang, rata-rata lama menginapnya adalah 1,11 malam.
Data tersebut menggambarkan dinamika permintaan jasa akomodasi di Bengkulu. Perbedaan lama menginap antara hotel bintang dan non bintang menunjukkan adanya segmentasi pasar dalam industri perhotelan daerah.
Dampak Ekonomi dari Pergerakan Wisatawan
Pergerakan wisatawan nusantara yang cukup besar diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi daerah. Aktivitas wisatawan berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
BPS menilai informasi statistik ini penting sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menyusun strategi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pariwisata diharapkan dapat terus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.
Strategi Pengembangan Sektor Pariwisata
Dalam rangka memaksimalkan potensi sektor pariwisata, diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Penguatan infrastruktur, promosi wisata, serta pengembangan produk wisata yang unik dan berkelanjutan menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Selain itu, peningkatan kualitas layanan pariwisata dan pemberdayaan komunitas lokal juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik dan keberlanjutan sektor ini. Dengan kolaborasi yang baik, Provinsi Bengkulu dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
