Remaja dengan Gagal Ginjal Stadium 5: Kebiasaan Harian yang Mengancam Kesehatan
Seorang remaja yang telah mengalami gagal ginjal stadium 5 sejak usia 14 tahun menunjukkan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Kasus ini menjadi peringatan bahwa gaya hidup harian yang tidak sehat bisa mempercepat kerusakan ginjal pada usia muda.
Faktor Penyebab Gagal Ginjal pada Usia Muda
Kasus gagal ginjal pada remaja semakin sering ditemukan seiring dengan perkembangan gaya hidup modern. Konsumsi gula berlebih, minuman kemasan, makanan cepat saji, serta kebiasaan kurang minum air putih menjadi faktor utama. Selain itu, riwayat keluarga dengan hipertensi juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Dalam kasus remaja Tangerang, kebiasaan seperti sering meminum minuman manis, jarang minum air putih, dan tingginya konsumsi fast food menjadi kombinasi pemicu yang memperberat fungsi ginjal secara diam-diam.
Penjelasan Lima Stadium Gagal Ginjal
Gagal ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium berdasarkan nilai eGFR sebagai indikator kemampuan filtrasi ginjal:
- Stadium 1: Kerusakan ginjal masih ringan dengan eGFR di atas 90 mL/menit/1,73 m². Umumnya tidak bergejala, sehingga hanya terlihat melalui pemeriksaan darah dan urine. Pengendalian tekanan darah, gula darah, dan pola makan adalah kunci pencegahan.
- Stadium 2: eGFR berada di angka 60–89 mL/menit/1,73 m². Kerusakan mulai tampak tetapi belum disertai keluhan. Cek kesehatan rutin dan pembatasan garam serta makanan olahan sangat dianjurkan.
- Stadium 3: eGFR turun menjadi 30–59 mL/menit/1,73 m². Keluhan seperti mudah lelah, bengkak, atau perubahan frekuensi buang air kecil mulai muncul. Pola makan rendah garam, rendah protein, dan pembatasan obat tertentu sangat penting.
- Stadium 4: eGFR berada di rentang 15–29 mL/menit/1,73 m², ditandai dengan gejala mual, kram otot, kelelahan, hingga penurunan nafsu makan. Dokter biasanya mulai menyiapkan rencana terapi jangka panjang.
- Stadium 5: Fungsi ginjal berada di bawah 15 mL/menit/1,73 m². Racun menumpuk dalam darah sehingga memicu gejala berat seperti kulit kering, gatal, bengkak ekstrem, mual muntah, hingga penurunan kesadaran. Pada tahap ini, pasien membutuhkan dialisis atau transplantasi.
Faktor Penyebab pada Kasus Remaja Tangerang
Beberapa kebiasaan yang diceritakan pasien memberikan gambaran jelas bagaimana ginjal dapat rusak dalam waktu bertahun-tahun tanpa disadari:
-
Konsumsi Minuman Manis Berlebih
Minuman berwarna dan berpemanis mengandung gula sederhana dalam jumlah tinggi yang meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat. Respons insulin yang timbul menimbulkan beban metabolik besar. Bila terjadi harian, pembuluh darah kecil dalam ginjal mengalami inflamasi kronis yang berujung pada kerusakan filtrasi. -
Kurang Minum Air Putih
Hidrasi yang buruk membuat darah lebih pekat sehingga ginjal harus bekerja lebih keras menyaring limbah. Beban tinggi yang terjadi terus-menerus memicu kerusakan nefron, unit penyaring ginjal yang sangat halus. -
Makanan Cepat Saji Tinggi Garam
Fast food mengandung garam berlebih, lemak jenuh, gula tambahan, dan berbagai aditif. Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, sementara tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama kerusakan ginjal. Aditif tertentu juga dapat memicu inflamasi sistemik yang memperberat kerusakan. -
Riwayat Keluarga dengan Hipertensi
Riwayat hipertensi dalam keluarga meningkatkan kerentanan sistem pembuluh darah. Ginjal sangat sensitif terhadap perubahan tekanan darah, sehingga kerusakan dapat terjadi lebih cepat pada individu dengan predisposisi tersebut.
Kerusakan Ginjal Terkadang Tidak Bergejala
Salah satu alasan penyakit ginjal sering terlambat disadari adalah minimnya gejala pada stadium awal. Banyak pasien baru mengetahui kondisi mereka ketika gangguan sudah mencapai stadium lanjut. Pemeriksaan sederhana seperti tes urine, tes darah, dan pengecekan tekanan darah sebetulnya dapat mendeteksi kerusakan lebih awal.
Gaya Hidup Sehari-hari Berkontribusi Besar
Gagal ginjal tidak hanya berasal dari pola makan yang buruk. Kombinasi kebiasaan seperti kurang tidur, stres kronis, jarang bergerak, hingga tekanan darah dan gula darah yang tidak terkontrol mempercepat kerusakan ginjal. Kondisi tersebut berlangsung secara perlahan, tetapi akumulasinya bisa terlihat jelas saat memasuki remaja atau dewasa muda.

