Jalan Sabang—yang kini dikenal sebagai Jalan Agus Salim—adalah salah satu ruas jalan yang penuh dengan cerita dan aroma. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, jalan ini menjadi tempat yang tak hanya sekadar lalu lalang, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai hidangan yang menggugah selera. Dari sate legendaris hingga es podeng segar, setiap sudut Jalan Sabang menyimpan kenangan dan cita rasa yang tak terlupakan.
Perjalanan Rasa di Jalan Sabang
Dalam sebuah liputan yang menampilkan kekayaan kuliner Jakarta, Jalan Sabang ditampilkan dengan detail yang menarik. Setiap langkah di jalan ini membawa pengunjung pada pengalaman rasa yang unik dan beragam. Berikut adalah beberapa tempat makan yang menjadi favorit di sana:
1. Sate Pak Heri – Legenda dari Tahun 1974
Warung sate yang telah berdiri sejak tahun 1974 ini masih mempertahankan gaya kaki lima yang sederhana namun selalu ramai. Menu utama di sini adalah sate ayam, sate kambing, serta sate telur uritan—telur muda ayam yang dibakar seperti sate biasa. Bumbu kacang yang gurih dan aromatik menjadi ciri khas dari sate ini. Meskipun lebih terkenal di malam hari, kunjungan siang hari pun tetap memberikan pengalaman autentik yang tidak kalah menggoda.
2. Soto Ceker & Soto Ranjau Pak Gendut
Soto ini dikenal bukan hanya karena kuah kuningnya yang gurih, tetapi juga karena istilah “ranjau” yang merujuk pada tulang-tulang ayam kecil dalam kuahnya. Penikmat harus berhati-hati saat menyantapnya, tetapi sensasi inilah yang membuat soto ini legendaris sejak tahun 1987. Koya udang yang bisa diambil sendiri memberikan kekentalan dan aroma tambahan yang meningkatkan kenikmatannya beberapa tingkat.
3. Deretan Jajanan Khas Sabang: Cireng Aprina & Leker Jajang
Di sepanjang Jalan Sabang, banyak penjual jajanan ringan yang cocok untuk camilan sebelum makanan berat.
Cireng Aprina yang selalu hangat, lembut, dan disajikan dengan sambal atau saus.
Leker Jajang, jajanan jadul seharga seribu rupiah, dengan tekstur renyah dan aroma khas adonan yang baru matang.
Keduanya menjadi bukti bahwa kuliner jalanan tetap menjadi primadona di tengah modernitas Jakarta.
4. Es Podeng Legendaris – Rekomendasi Abang Parkir
Salah satu keseruan di Sabang adalah rekomendasi spontan dari penjaga parkir yang mengenal setiap sudut kuliner di sana. Es Podeng—yang sudah ada sejak lama—menjadi salah satu pilihan segar untuk menghilangkan dahaga. Teksturnya lembut, toppingnya beragam, dan rasanya manis legit, cocok dinikmati di tengah teriknya Jakarta.
5. Nasi Gandul Kas Pati – Kuah Santen yang Menggoda
Walau termasuk pendatang baru dibanding kuliner lain di Sabang, Nasi Gandul ini langsung mendapat tempat di hati pengunjung. Disajikan dengan kuah santen khas Pati yang gurih pekat namun tetap ringan, ditambah potongan daging empuk, menu ini makin lengkap dengan pilihan sate pendamping seperti telur, paru, atau tempe. Menggoda dari aroma hingga gigitan terakhir.
6. Claypot Popo – Sajian Unik dalam Mangkok Tanah Liat
Salah satu spot yang tampil berbeda adalah Klepot Popo. Tempat ini memiliki dekorasi klasik peranakan Tionghoa dan menyajikan makanan menggunakan claypot—wadah tanah liat yang dipanaskan. Salah satu menu paling diminati adalah Claypot Sapi Bawang Putih, dengan nasi, daging, serta sedikit butter yang memberikan aroma harum. Kuah hangat yang “menggoyang sendiri” menambah sensasi unik saat disajikan. Tempatnya mungil namun estetik, sering menjadi lokasi foto bagi anak muda.
7. Kopi Oey – Warisan Almarhum Pak Bondan Winarno
Perjalanan kuliner di Sabang tidak lengkap tanpa mampir ke Kopi Oey, kedai yang membawa nuansa vintage peranakan dan pernah diasuh oleh almarhum Bondan Winarno. Selain kopi, tempat ini menyajikan makanan rumahan yang cocok untuk sarapan maupun buka puasa. Menu es kopi Sisiliana menjadi favorit karena rasanya yang balance, tidak terlalu kuat namun tetap harum dan nikmat.
Jalan Sabang: Ruas Jalan yang Menghidupkan Rasa dan Kenangan
Perjalanan kuliner di Jalan Sabang bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga memenuhi ingatan dengan cerita dan aroma yang khas. Mulai dari sate jadul, soto penuh kejutan, jajanan pinggir jalan yang murah meriah, sampai hidangan klepot yang unik—semuanya membentuk mozaik rasa yang membuat kuliner Jakarta begitu kaya. Jalan Sabang tetap menjadi destinasi wajib bagi pencinta kuliner ibu kota. Setiap kunjungan menghadirkan nostalgia, kejutan rasa, dan kehangatan yang hanya bisa ditemukan di jalan legendaris ini.






