Makanan Khas Solo Legendaris yang Wajib Dicoba Wisatawan

Makanan Khas Solo Legendaris yang Wajib Dicoba Wisatawan

Makanan Khas Solo yang Tak Terlupakan

Makanan khas Solo menawarkan pengalaman rasa yang otentik dan tak terlupakan bagi setiap pelancong. Bumbu rempah yang diwariskan oleh leluhur menjadikan kota ini sebagai surga kuliner sejati. Surakarta memiliki daya tarik budaya yang sangat kuat, tetapi kulinernya sering menjadi alasan utama kunjungan wisatawan. Kota ini menyimpan ratusan resep turun-temurun yang masih terjaga keasliannya. Anda bisa menemukan makanan khas Solo yang lezat di setiap sudut kota.

“Harga murah dan rasa mewah adalah kunci kuliner di sini,” kata Andi Prasetyo, seorang pemandu wisata lokal. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pelancong hemat bujet. Hasilnya, wisata kuliner menjadi agenda wajib saat berlibur ke Jawa Tengah.

Makanan Khas Solo Berkuah yang Segar

Kota ini memiliki udara yang cukup panas pada siang hari. Namun, hidangan berkuah tetap menjadi primadona bagi banyak orang. Anda wajib mencoba Timlo yang sangat menyegarkan. Sebetulnya, Timlo adalah sup ayam bening dengan isian lengkap. Isiannya terdiri dari sosis solo, telur pindang, dan ati ampela. Biasanya, pedagang menyajikannya dengan nasi putih hangat dan sambal kecap. Perpaduan rasa gurih dan segar sangat memanjakan lidah.

Selanjutnya, ada Soto Gading yang menjadi langganan para pejabat negara. Presiden Joko Widodo sering terlihat menikmati sarapan di tempat ini. Kuah soto ini bening namun kaya akan rempah. Terlebih, pilihan lauk pendampingnya sangat beragam dan menggugah selera. Anda bisa memilih sate kerang, tempe goreng, hingga perkedel kentang. Intinya, menu ini sangat cocok sebagai pembuka hari sebelum berkeliling kota.

Nasi Liwet: Menu Populer yang Selalu Dicari

Belum lengkap rasanya ke Solo tanpa menyantap Nasi Liwet. Hidangan ini merupakan ikon makanan khas Solo yang paling populer. Nasi ini dimasak dengan santan kelapa dan kaldu ayam. Alhasil, aroma nasinya sangat wangi dan rasanya begitu gurih. Biasanya, penyajiannya menggunakan pincuk daun pisang yang menambah kesan tradisional. Lauk pelengkapnya terdiri dari sayur labu siam pedas dan suwiran ayam.

Salah satu variasi menarik adalah adanya areh santan kental di atasnya. Areh ini memberikan tekstur creamy yang unik pada setiap suapan. Anda bisa menemukan penjual Nasi Liwet pada pagi maupun malam hari. Daerah Keprabon menjadi salah satu pusat penjualan nasi gurih ini. Banyak wisatawan rela mengantre panjang demi seporsi nasi hangat ini. Makanya, datanglah lebih awal agar tidak kehabisan tempat duduk. Ini adalah bukti nyata kelezatan kuliner tradisional Surakarta.

Sate Buntel dan Tengkleng yang Populer

Bagi pencinta olahan daging kambing, Solo adalah surganya. Anda harus mencoba Sate Buntel yang ukurannya cukup besar. Daging kambing cincang dibungkus lemak tipis lalu dibakar di atas arang. Akibatnya, lemak tersebut meleleh dan meresap ke dalam daging cincang. Rasanya sangat juicy dan tidak berbau prengus sama sekali. Khususnya, jika Anda menyantapnya dengan irisan bawang merah dan kol segar.

Di sisi lain, Tengkleng menawarkan sensasi makan yang berbeda. Makanan ini mirip gulai namun kuahnya lebih encer dan pedas. Bahan utamanya adalah tulang kambing dengan sedikit daging yang menempel. Justru, kenikmatan utamanya terletak pada sensasi menyesap sumsum tulang. Konon, masakan ini tercipta dari kreativitas rakyat jelata di masa lampau. Kini, Tengkleng telah naik kelas dan menjadi buruan wisatawan elit. Jangan lupa mencicipi makanan khas Solo berbahan kambing ini.

Pusat Kuliner Tradisional Surakarta Terbaik

Mencari lokasi makan yang nyaman terkadang membingungkan bagi pendatang baru. Sebetulnya, Pemerintah Kota Surakarta telah menata pusat kuliner dengan baik. Anda bisa mengunjungi Galabo (Gladag Langen Bogan) di malam hari. Tempat ini menyediakan berbagai kuliner tradisional Surakarta di satu lokasi. Suasana malam yang hidup membuat pengalaman makan semakin berkesan. Selain itu, Anda juga bisa menikmati live music yang sering tampil di sana.

Pasar Gede Hardjonagoro juga menjadi destinasi wajib bagi pemburu jajanan pasar. Di sini, Anda bisa menemukan Dawet Telasih yang legendaris. Minuman ini berisi cendol, bubur sumsum, ketan hitam, dan biji selasih. Rasanya manis, gurih, dan sangat menyegarkan tenggorokan di tengah hari. Disamping itu, pasar ini memiliki arsitektur yang indah untuk berfoto. Jadi, Anda bisa berwisata sejarah sekaligus memanjakan perut.

Tips Membawa Oleh-Oleh Otentik dari Solo

Perjalanan liburan harus ditutup dengan membeli buah tangan. Serabi Notosuman adalah pilihan makanan khas Solo untuk oleh-oleh keluarga. Kue berbahan tepung beras dan santan ini memiliki tekstur lembut. Varian rasa cokelat dan polos menjadi favorit banyak pembeli. Penting untuk disadari, serabi ini tidak menggunakan pengawet sama sekali. Kue ini hanya bertahan selama 24 jam di suhu ruang.

Alternatifnya, Anda bisa membeli Intip Goreng yang lebih tahan lama. Intip adalah kerak nasi yang digoreng kering hingga renyah. Penjual biasanya menyiramkan saus gula jawa kental di atasnya. Perpaduan rasa asin dan manis gula jawa sangatlah nikmat. Terakhir, ada Roti Mandarin yang legendaris dari Toko Orion. Roti lapis ini sangat lembut dan cocok untuk teman minum teh. Membawa kuliner tradisional Surakarta ini akan menyenangkan orang rumah.

Menikmati ragam sajian di Solo memberikan pengalaman yang mendalam tentang budaya Jawa. Kelezatan rasa, keramahan penjual, dan harga yang terjangkau adalah kombinasi sempurna. Oleh karena itu, pastikan Anda mencoba semua rekomendasi di atas. Persiapkan perut kosong sebelum memulai petualangan rasa ini. Selamat menikmati liburan yang mengenyangkan di Kota Bengawan.

Related posts