Nasib Tragis Hendi Subekti, Seorang Pria yang Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Tanah
Seorang pria bernama Hendi Subekti mengalami nasib nahas setelah ditemukan tewas di sebuah kolam bekas galian tanah. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (10/12/2025). Korban ditemukan oleh tim SAR dan pihak kepolisian sekitar pukul 21.50, dengan bantuan warga setempat.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan salah satu warga, Pudin, korban diketahui berada di sekitar lokasi galian tanah pada pukul 16.00 WIB. Namun, secara tiba-tiba ia menceburkan diri ke dalam kolam galian tersebut.
“Saya tidak tahu alasan pastinya, tapi korban langsung menceburkan diri ke kolam dan tidak muncul-muncul lagi,” ujar Pudin.
Kolam bekas galian tersebut memiliki kedalaman sekitar 4 meter. Hal ini memperparah situasi, sehingga proses pencarian korban memakan waktu hampir 5 jam.
Konfirmasi dari Pihak Desa
Peristiwa ini juga dikonfirmasi oleh perangkat Desa Kandawati, Jarkasih. Ia menyatakan bahwa kejadian tenggelamnya korban terjadi pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB.
“Mengenai kematian korban, kami telah menerima laporan dari warga setempat. Saat ini, pihak desa sedang membantu proses penyelidikan,” jelas Jarkasih.
Penanganan oleh Polisi
Kapolsek Kresek Polresta Tangerang, AKP Sagala, juga membenarkan adanya kejadian tersebut setelah menerima laporan dari warga.
“Benar, ada laporan warga yang tenggelam. Tim SAR dan anggota kami sedang berada di lokasi dan terus memantau situasi,” ucap AKP Sagala.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui urutan kejadian yang menyebabkan korban tenggelam. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap seluruh peristiwa yang terjadi dan memastikan kejadian ini tidak terulang.
Proses Pencarian yang Memakan Waktu
Proses pencarian korban di kolam bekas galian tersebut sangat rumit karena kedalaman air yang cukup dalam. Selain itu, kondisi lingkungan sekitar juga turut memengaruhi kesulitan dalam mencari korban.
Tim SAR dan petugas kepolisian bekerja sama dengan warga setempat untuk memastikan korban dapat segera ditemukan. Meskipun proses pencarian memakan waktu hampir 5 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kesimpulan
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap area-area yang memiliki potensi bahaya, seperti kolam bekas galian tanah. Masyarakat diharapkan untuk tidak mendekati atau memasuki area yang tidak aman, terutama jika tidak ada pengawasan.
Selain itu, pihak berwenang juga diminta untuk meningkatkan sosialisasi tentang keselamatan di lingkungan sekitar, terutama di daerah-daerah yang sering digunakan sebagai tempat aktivitas masyarakat.
