Kolaborasi Program Studi Pariwisata dan Perhotelan dalam Mengembangkan Desa Oeltua
Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan Program Studi Perhotelan, Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang, telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 18 November 2025, dengan tujuan untuk menghidupkan potensi wisata dan kuliner yang ada di wilayah tersebut.
Tim dari Prodi UPW yang dipimpin oleh Damianus Sonny Lamoren, S.Fil., M.Sc., dan Pasifikus Mala Meko, S.Par., M.Par., memberikan edukasi mengenai pentingnya Sapta Pesona sebagai dasar pengembangan desa wisata. Menurut Sonny Lamoren, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan Oeltua sebagai desa wisata yang mandiri. Ia menegaskan bahwa pemahaman masyarakat tentang pariwisata dan Sapta Pesona harus diperkuat sebagai fondasi pengembangan destinasi.
“Kami melihat bahwa Desa Oeltua memiliki potensi besar karena menjadi desa pendamping dari Desa Wisata Baumata. Karena itu, pemahaman masyarakat tentang pariwisata dan Sapta Pesona harus diperkuat sebagai fondasi pengembangan destinasi,” ujarnya saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp, Jumat, 12 Desember 2025.
Pasifikus Mala Meko menambahkan bahwa dua program UPW, yakni Sosialisasi Sadar Wisata dan Sosialisasi Sapta Pesona, dirancang untuk membuka wawasan masyarakat mengenai standar dasar pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Ia menekankan bahwa desa wisata tidak hanya membutuhkan atraksi, tetapi juga dukungan masyarakat yang sadar wisata. Edukasi ini adalah bekal penting bagi Oeltua agar mampu bersaing sebagai destinasi yang ramah, aman, dan menarik.
Selain UPW, Prodi Perhotelan yang dipimpin oleh Elsa Dian Taimenas, S.H., M.H., dan Merlin Luisa Malelak, S.Pd., M.Hum., berperan dalam memperkuat sektor ekonomi melalui pelatihan pengolahan makanan lokal. Elsa Dian menjelaskan bahwa timnya membawa dua program pelatihan, yaitu pengolahan makanan berbahan dasar jagung dan kacang tanah, serta pelatihan pengolahan hasil hortikultura seperti bayam dan kangkung menjadi produk siap jual.
“Kami melihat kekayaan hasil bumi Oeltua sebagai peluang ekonomi. Melalui pelatihan ini, warga diajak mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan,” ujarnya.
Sementara itu, Merlin Malelak menegaskan bahwa Prodi Perhotelan berfokus pada peningkatan keterampilan kuliner yang dapat mendukung sektor pariwisata, terutama dalam penyediaan produk kuliner khas desa.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman: Protasius Tiberius Jehane, S.Pd., M.Sc., Elim R. Lau, S.E., M.Par., dan Arience Ana Lasibey, S.Pd., M.Pd. Protasius membawakan materi mengenai kesadaran wisata, sementara Elim menguraikan prinsip-prinsip Sapta Pesona sebagai pedoman pengembangan destinasi. Pada sesi berikutnya, Arience memberikan pelatihan praktis tentang teknik mengolah jagung, kacang, bayam, dan kangkung menjadi makanan olahan yang diminati pasar.
Antusiasme masyarakat Oeltua terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga mengikuti sesi sosialisasi dan pelatihan dengan aktif, terutama saat praktik pengolahan pangan lokal. Kepala Desa Oeltua, Elia Olla, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian dari Politeknik Negeri Kupang. “Saya atas nama masyarakat Desa Oeltua menyampaikan terima kasih atas kesempatan belajar yang kami terima hari ini. Semoga dengan kegiatan ini desa kami makin maju,” tutur Elia.
Kolaborasi antara Prodi UPW dan Perhotelan Politeknik Negeri Kupang ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong Oeltua berkembang sebagai desa wisata berbasis potensi lokal. Melalui edukasi pariwisata dan pemberdayaan kuliner, warga dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam pengembangan destinasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

