Kunjungan Wali Kota Bandung ke Pasar Kosambi
Pagi di Pasar Kosambi berjalan seperti biasa. Pedagang sibuk melayani pembeli, aroma sayuran segar bercampur dengan suara tawar-menawar. Di tengah keramaian tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyusuri lorong pasar, berhenti di beberapa lapak, memperhatikan angka-angka harga yang tertulis sederhana di atas kardus dan papan kecil.
Kunjungan itu bukan sekadar formalitas. Dari beras, minyak goreng, hingga daging dan telur, Farhan memastikan sendiri bahwa harga kebutuhan pokok masih berada di kisaran yang bisa dijangkau warga. Secara rata-rata, harga di Pasar Kosambi masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi. Ada kenaikan di beberapa komoditas, tetapi belum melompat jauh dari batas kewajaran.
Kenaikan Harga yang Terkendali
Kenaikan tipis itu, menurut Farhan, lebih banyak dipengaruhi meningkatnya permintaan. Di sisi lain, pasokan justru menunjukkan kondisi yang cukup baik. Minyak goreng tersedia, beras relatif aman, dan distribusi bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis yang langsung dari penyuplai tidak mengganggu pasokan pasar harian warga.
Harapan besar juga disematkan pada kondisi cuaca. Sayuran seperti cabai dan bawang merah sangat bergantung pada alam. Jika cuaca ekstrem benar-benar berlalu, masa panen diharapkan kembali normal sehingga stok tetap terjaga dan harga tidak melonjak tiba-tiba.
Pemantauan Stok dan Cadangan
Di balik lapak-lapak pasar, angka-angka stok juga terus diawasi. Bulog Bandung mencatat cadangan beras sekitar 21.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan Kota Bandung hingga enam bulan ke depan. Minyak goreng pun tersedia dalam jumlah memadai, meski sebagian dialokasikan untuk bantuan sosial hingga akhir tahun.
Namun, pasar selalu punya cerita sendiri. Cabai kembali menjadi komoditas paling sensitif. Data BPS Kota Bandung menunjukkan harga cabai naik sekitar 10 persen dibanding harga normal. Cabai rawit domba bahkan sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram. Faktor cuaca disebut sebagai penyebab utama, membuat komoditas ini paling mudah bergejolak.
Stabilitas Harga Komoditas Lain
Meski demikian, komoditas lain masih relatif stabil. Telur ayam, daging ayam, dan beras bergerak di kisaran harga normal. Selama stok aman dan distribusi lancar, lonjukan besar diharapkan bisa dihindari.
Upaya Menjaga Keseimbangan Ekonomi
Dari Pasar Kosambi, Pemkot Bandung membaca denyut ekonomi warga sehari-hari. Di antara tumpukan cabai, karung beras, dan botol minyak goreng, tersimpan upaya menjaga keseimbangan: agar dapur warga tetap mengepul, tanpa harus khawatir harga melambung di luar kendali.
