Kolaborasi Lintas Wilayah untuk Memperkuat Pengawasan Penyakit Hewan
Selama dua pekan pada Oktober 2025, Kabupaten Pandeglang menjadi lokasi kegiatan bersama antara Balai Veteriner (B-Vet) Subang dan Puskeswan Pandeglang. Kolaborasi ini muncul di tengah keterbatasan tenaga lapangan serta tantangan geografis wilayah yang luas, mulai dari kawasan perkotaan hingga pedesaan dan pegunungan. Kehadiran tim dari Subang memperkuat pengawasan penyakit hewan serta mendukung pelayanan langsung kepada masyarakat.
Sebagai Kepala Puskeswan, saya bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan BKO (Bawah Komando Operasi) selama rangkaian kegiatan berlangsung. PAGI menjelang siang itu, saya menerima telepon dari seorang dokter hewan Balai Veteriner (B-Vet) Subang. Ia menyampaikan bahwa Tim Kesehatan Hewan (Keswan) dari Subang sedang menuju Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang. Infonya, mereka akan melaksanakan tugas BKO dengan Kepala Puskeswan Pandeglang sebagai koordinator lapangan.
Kabar ini membuat saya senang lantaran Puskeswan Pandeglang memang masih kekurangan tenaga untuk melayani 35 kecamatan. Kehadiran tim dari Subang sangat membantu, terutama untuk kegiatan pengawasan dan pengendalian penyakit hewan yang memerlukan mobilitas tinggi dan pemantauan langsung di lapangan.
Setelah melapor Kepala DPKP Pandeglang, rombongan Balai Veteriner Subang datang ke Puskeswan dengan membawa perlengkapan kerja, obat-obatan, serta satu kendaraan operasional. Hari itu juga kami melakukan briefing staf untuk mengetahui rencana mereka selama dua pekan bertugas.
Dari diskusi tersebut, jelas bahwa tujuan utama kedatangan B-Vet Subang adalah memperkuat pengawasan penyakit hewan di Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari wilayah binaan B-Vet Subang yang meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Mereka membawa tiga petugas lapangan untuk melakukan surveilans penyakit rabies, flu burung (AI), dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Kegiatan berlangsung pada tanggal 6-20 Oktober 2025.
Kegiatan Lapangan yang Melibatkan Banyak Petugas
B-Vet Subang turun langsung karena penting memastikan kesehatan hewan di Pandeglang tetap terpantau, terutama di daerah pedesaan dan pegunungan yang mobilitas petugas Puskeswan selama ini masih terbatas. Kehadiran mereka bukan hanya untuk membantu pelayanan, tetapi juga memperkuat data lapangan sebagai dasar tindakan cepat bila ditemukan kasus.
Selama dua pekan, tim gabungan ini mengunjungi puluhan lokasi peternakan dan hewan peliharaan milik warga di 11 kecamatan, mulai dari wilayah Pandeglang Kota hingga Pandeglang Selatan. Dalam kegiatan ini, sebanyak 14 petugas Puskeswan bersama tiga petugas dari B-Vet Subang terlibat langsung di lapangan untuk melakukan surveilans, vaksinasi, dan edukasi kesehatan hewan.
Target pengambilan sampel untuk unggas mencapai 400 sampel, terutama di lokasi yang berdekatan dengan penerima ayam bantuan pemerintah (Banpem) Merah Putih. Sampel dikumpulkan dari peternak kecil, kelompok ternak, hingga perusahaan peternakan ayam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit flu burung dan untuk memperkuat kewaspadaan dini.
Tim juga mengambil 200 sampel rabies dari anjing yang sebelumnya sudah divaksin. Selain itu mereka melakukan vaksinasi rabies untuk anjing milik warga, anjing pemburu, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi, pemberian vitamin, dan kesejahteraan hewan peliharaan.
Edukasi dan Penguatan Biosecuriti
Kegiatan ini bertujuan mempertahankan status Pandeglang sebagai salah satu kabupaten bebas rabies di Banten. Kegiatan berikutnya adalah pengambilan 200 sampel darah sapi dan kerbau yang telah divaksin PMK. Tim juga sekaligus memberi vaksin PMK pada ternak milik warga dan kelompok ternak. Edukasi mengenai biosekuriti kandang juga diberikan agar pemilik ternak memahami cara mencegah masuknya penyakit dari luar.
Di lapangan, masyarakat sangat antusias. Tim B-Vet Subang bersama Puskeswan mendatangi rumah-rumah peternak melalui sistem door to door. Setiap kandang yang dikunjungi diberi stiker sebagai penanda bahwa hewan telah diperiksa atau divaksin. Cara ini membantu pendataan, mempercepat pelayanan, dan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.
Misi Penguatan Surveilans dan Kewaspadaan Dini
Seluruh proses pengambilan sampel, mulai dari unggas, anjing, hingga ternak besar, merupakan bagian dari sistem kewaspadaan dini terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Dengan data laboratorium yang kuat, pemerintah dapat bertindak cepat jika sewaktu-waktu muncul gejala penyakit baru.
Selama dua pekan, kerja sama antara B-Vet Subang, Puskeswan Pandeglang, dan masyarakat berjalan dengan baik. Petugas lapangan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dalam waktu singkat karena tambahan tenaga dan perlengkapan dari B-Vet Subang. Masyarakat pun merasa terbantu karena pelayanan kesehatan hewan datang langsung ke lingkungan mereka.
Kehadiran tim B-Vet Subang juga menunjukkan bahwa kolaborasi lintas wilayah sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan hewan, terutama di daerah luas dengan jumlah petugas terbatas. Sinergi ini membantu memastikan hewan peliharaan dan ternak tetap sehat serta mengurangi risiko penyakit yang dapat menular ke manusia.
Bagi kami di Puskeswan Pandeglang, kolaborasi BKO ini menjadi pengalaman berharga. Ini pertama kali dalam hampir enam tahun kami menerima dukungan tenaga lapangan secara langsung. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut agar pelayanan kesehatan hewan semakin kuat dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang.

