Wujudkan Nol Tawuran, Pemkot Tangerang Ajak 1.000 Pelajar Deklarasi Militer

Wujudkan Nol Tawuran, Pemkot Tangerang Ajak 1.000 Pelajar Deklarasi Militer

Kegiatan Anti Tawuran di Kota Tangerang Melibatkan Ribuan Pelajar

Sebanyak 1.000 pelajar tingkat SMP, SMA dan SMK turut serta dalam kegiatan Deklarasi Anti Tawuran yang digelar di Lapangan Sewindu YONIF Mekanis 203/Arya Kemuning, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Acara ini diselenggarakan dalam rangka mencegah aksi tawuran antar pelajar dan membangun karakter generasi muda yang lebih baik.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa deklarasi anti tawuran ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko tawuran yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa peserta deklarasi terdiri dari 400 pelajar SMP, 300 siswa SMA, dan 300 murid SMK se-Kota Tangerang. Acara ini dilaksanakan melalui upacara ala militer Angkatan Darat (AD) yang menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.

Selain upacara, acara juga diisi dengan kegiatan orientasi kebangsaan yang dibimbing oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan ini berlangsung hingga Selasa (25/11/2025) besok hari. Beberapa instansi pemerintahan turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 203 Letkol INF Mahendra, Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol Vivick Tjangkung, dan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi.

Ribuan pelajar tampak berbaris di bawah sinar matahari sambil mengenakan pakaian putih abu-abu dan seragam olahraga dari sekolah masing-masing. Sebelumnya, mereka dicek kelengkapannya agar dapat mengikuti acara dengan lancar. Dengan partisipasi ribuan pelajar ini, diharapkan mereka menjadi pelopor satgas pemberantasan aksi tawuran dan kekerasan di lingkungan sekolah masing-masing.

Sachrudin menjelaskan bahwa saat ini persahabatan antar sekolah mulai menurun, sehingga menyebabkan tawuran di beberapa tempat. Oleh karena itu, sifat-sifat dan perilaku negatif pelajar harus ditangkis sejak dini. Para pelajar tidak hanya diberikan pendidikan di sekolah, tetapi juga pembinaan karakter dan akhlak agar mereka saling menghargai, menghormati sesama teman, serta belajar mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

Kegiatan deklarasi ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang disiplin dan patuh pada aturan yang berlaku. Hal ini penting karena aksi tawuran dan kekerasan di lingkungan sekolah tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan berbagai pihak, termasuk pelajar, guru, dan orang tua.

Menurut Sachrudin, pihaknya sedang gencar menggalakkan program zero tawuran menghadapi akhir tahun 2025. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter, mental, sikap, dan perilaku pelajar yang siap menyongsong momentum masa depan Indonesia Emas 2045 mendatang.

Salah satu peserta dari Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 15 Kota Tangerang, Muhammad Aldi, mengaku antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menilai bahwa aksi kekerasan dan tawuran di dunia pendidikan tidak memiliki nilai positif dalam membangun wawasan seiring dengan pesatnya kemajuan zaman.

“Pastinya akan mendapatkan banyak pengalaman yang bisa dibagikan ke teman-teman nanti untuk mencegah aksi tawuran dan kekerasan di sekolah yang selama ini meresahkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa di era digital sekarang, kegiatan orientasi dan deklarasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mencetak karakter generasi muda yang tangguh bagi masa depan.


Related posts