Siswa SD Klender Baru Diperbolehkan Naik KRL Sendiri dari Tangerang

Siswa SD Klender Baru Diperbolehkan Naik KRL Sendiri dari Tangerang



Hafithar (8), siswa kelas I SDN Klender 04, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang diketahui menempuh perjalanan jauh menggunakan kereta rel listrik (KRL) dari Tangerang menuju Klender, Jakarta Timur, ternyata tidak langsung dilepas orangtuanya untuk berangkat sendiri.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Klender 04, Dwiyanti Lestari, menjelaskan bahwa awalnya ibu Hafithar masih rutin mengantar dan menjemput putranya. Menurut Dwiyanti, kebiasaan itu terjadi sejak awal September 2025.

“Naiknya itu setelah awal-awal September tapi awal-awalnya memang diantar, diantar jemput sama orang tuanya. Ke sininya mungkin karena memang anaknya mandiri Hafitar ya berani anaknya,” ujarnya saat ditemui Senin (24/11/2025).

Dwiyanti menambahkan bahwa Hafithar baru diizinkan berangkat sendiri sekitar satu minggu terakhir. Sebelumnya, orangtuanya memastikan anak tersebut hafal rute perjalanan KRL dan mendapat pendampingan selama proses belajar mandiri tersebut.

“Jadi mungkin mamanya sudah merasa, ‘oke kamu bisa nak’ dengan diajarkan oleh orang tuanya dan sebagainya, dititipkan juga di setiap petugas-petugas stasiun kemudian ditulis nomor HP dan nomor WA orang tuanya ditaruh juga di tasnya gitu, seperti itu,” katanya.

Menurut Dwiyanti, meskipun harus menempuh perjalanan jauh, Hafithar tidak pernah datang terlambat ke sekolah.

“Kemudian sampai di sini itu jam 06.00 atau jam 07.00 WIB, kurang lah paling lambatnya dan memang jarang terlambat, tidak pernah terlambat dan tidak ada mengeluh,” ujarnya.

Sebelumnya, Dwiyanti mengungkapkan bahwa Hafithar kini ditampung di rumah temannya, Gibran. Sebelumnya, siswa tersebut setiap hari berangkat sendiri dari Tangerang menuju Klender.

“Akhirnya mamanya menerima tawaran dari salah satu orangtua murid kebetulan teman akrabnya Hafithar bernama Gibran untuk menampung Hafithar selama mungkin kurang lebih dua mingguan,” kata Dwiyanti.

Ia menjelaskan bahwa Hafithar mulai tinggal di rumah Gibran sejak Minggu (23/11/2025) setelah dijemput pihak sekolah dan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur.

“Maka kami pihak sekolah berinisiatif untuk membersamai, menjemput Hafitar dan orangtuanya ke sana, ke daerah Tangerang. Kami sudah jemput kemarin,” ujarnya.

“Alhamdulillah sudah kami bawa juga ke rumah orangtua Gibran dan kedua orangtuanya sudah kami komunikasikan dan alhamdulillah mereka mau menampung Hafithar sampai nanti mendapatkan rapor di semester 1,” lanjut Dwiyanti.

Ia memastikan Senin pagi menjadi hari pertama Hafithar berangkat sekolah dari rumah Gibran yang lokasinya dekat dengan SDN Klender 04.

“Di daerah Klender ini (rumah Gibran), dekat, enggak begitu jauh. Tadi kebetulan hari ini sudah datang jam 06.00 WIB, Hafitar bersama Gibran sudah diantar oleh orangtuanya Gibran,” tuturnya.

Dwiyanti menambahkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah jauh hari menawarkan agar Hafithar tinggal sementara di rumah guru atau orangtua murid lainnya.

“Sebelum viral pun sudah menyarankan karena memang banyak orangtua-orangtua yang baik yang mau menampung Hafithar di rumahnya, karena perjalanannya yang panjang ya dari rumah ke sekolah,” jelas dia.

“Tetapi Hafithar dan orangtuanya masih nyaman di rumahnya sendiri dan melakukan perjalanan, mereka belum mau gitu,” ujarnya.

Related posts