Pemkab Tangerang Percepat Pembangunan Drainase untuk Mengatasi Banjir
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) sedang mempercepat pembangunan sistem drainase guna mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
Kepala Dinas DBMSDA, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya akan membangun saluran drainase di 28 titik dengan total panjang sekitar 3,8 kilometer. Menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani masalah banjir secara menyeluruh.
“Saat ini, sudah ada tiga titik yang telah selesai dikerjakan. Di antaranya adalah Jalan Suradita Cisauk, Jalan Syekh Nawawi Tigaraksa, serta Jalan Pasar Kemis-Rajeg,” ujarnya kepada BantenMedia, Senin (24/11/2025).
Meski demikian, Iwan mengungkapkan bahwa selama pengerjaan proyek terdapat kendala di salah satu lokasi, yaitu Perumahan Taman Elok, Kecamatan Pasar Kemis. Kendala utamanya adalah adanya bangunan liar yang menghalangi pembangunan saluran air.
Iwan menjelaskan bahwa sepanjang 300 meter saluran air terganggu oleh bangunan-bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha. Hal ini menyebabkan genangan air yang berpotensi memicu banjir.
“Setelah dilakukan diskusi dengan warga sejak beberapa minggu lalu, Alhamdulillah sudah dilakukan pembongkaran. Saat ini, proses pembangunan drainase sedang berlangsung,” katanya.
Tujuan Pembangunan Drainase
Iwan berharap dengan selesainya pembangunan drainase di 28 titik tersebut dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi bencana banjir. Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan, karena wilayah Tangerang memiliki karakteristik daerah genangan dan cekungan.
“Banjir harus diselesaikan secara komprehensif. Tidak bisa langsung hilang, karena kondisi geografis daerah ini memang rentan terhadap genangan air,” jelasnya.
Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur pengelolaan air. Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat agar keberlanjutan proyek dapat tercapai.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah telah dilakukan oleh DBMSDA dalam rangka memastikan keberhasilan proyek ini:
- Pembangunan di 28 Titik: Proyek ini mencakup berbagai wilayah yang sering terkena banjir.
- Pembongkaran Bangunan Liar: Salah satu tantangan utama adalah adanya bangunan ilegal yang menghalangi alur air.
- Koordinasi dengan Warga: Diskusi dengan masyarakat dilakukan untuk memastikan kesepahaman dan dukungan.
- Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan drainase dilakukan dengan standar yang memadai agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
Tantangan dan Harapan
Meski ada tantangan dalam pelaksanaan proyek, Iwan tetap optimistis bahwa pembangunan drainase ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap dengan adanya sistem drainase yang baik, daerah-daerah rawan banjir dapat lebih aman dan nyaman.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk terus memantau perkembangan proyek dan melakukan evaluasi berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua target yang ditetapkan dapat tercapai sesuai rencana.
