Malut United Berhasil Raih Poin di Kandang Persita Tangerang
Pertandingan antara Malut United dan Persita Tangerang dalam laga pekan ke-13 BRI Super League 2025/26 berakhir dengan skor imbang 0-0. Meskipun tidak berhasil mencetak gol, Malut United mampu membawa pulang satu poin dari Stadion Indomilk Arena, Minggu (23/11).
Dalam pertandingan ini, Malut United secara keseluruhan menguasai permainan dengan penguasaan bola sebesar 55 persen, lebih tinggi dibandingkan Persita Tangerang. Meski bertandang ke kandang lawan yang didukung oleh suporter tuan rumah, Malut United mampu memberikan tekanan yang cukup signifikan.
Gelandang Malut United, Ridho Syuhada, menyatakan bahwa hasil imbang ini tidak begitu mengecewakan. Ia menilai bahwa kedua tim tampil seimbang dan pertandingan berjalan cukup berat bagi mereka.
“Pertandingan kedua tim sama kuat dan berjalan cukup berat bagi kami. Beberapa peluang kami ciptakan, tetapi, tidak ada yang berbuah gol. Hasil imbang harus disyukuri karena kami tetap bisa membawa pulang satu poin,” ujarnya.
Skuat berjuluk Laskar Kie Raha ini berhasil meraih satu poin dari laga away melawan Persita Tangerang. Meski gagal mencapai target enam kemenangan beruntun, pelatih Hendri Susilo tetap mengapresiasi perjuangan skuatnya dalam pertandingan tersebut.
“Saya pikir dengan kerja keras yang sudah dilakukan pemain hasil imbang ini patut disyukuri. Alhamdulillah, kami bisa mendapat poin di Tangerang,” kata Hendri dalam sesi postmatch press conference.
Pendekar Cisadane sempat mencetak gol melalui tendangan Hokky Caraka pada menit ke-68. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Mario Jardel terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Igor Inocencio.
Hendri menilai strategi yang disiapkan tak berjalan sebagaimana mestinya, terutama di babak pertama. Namun, terlepas dari situasi tersebut, raihan satu poin atas Persita sangat berharga untuk menatap pertandingan selanjutnya.
“Kami mengawali pertandingan dengan sangat lambat. Di awal permainan, kami sempat tertekan yang artinya game plan kami tidak berjalan. Namun, saya pikir ini normal terjadi,” ulas Hendri.
Memasuki babak kedua, Malut United perlahan mulai menemukan pola permainan dan mampu mendominasi hingga akhir dengan total 55 persen penguasaan bola. Upaya 11 tembakan dilepaskan dengan 5 di antaranya mengarah tepat ke gawang, meski tak ada yang berbuah gol hingga peluit panjang ditiup si pengadil lapangan.
Evaluasi Permainan dan Strategi
Selama pertandingan, Malut United menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam hal penguasaan bola dan tekanan terhadap lawan. Meski tidak berhasil mencetak gol, mereka mampu menjaga skor imbang dan mempertahankan poin penting.
Pelatih Hendri Susilo mengakui bahwa strategi yang digunakan tidak berjalan sesuai rencana di babak pertama. Namun, ia tetap percaya bahwa kerja keras dan komitmen pemain menjadi faktor utama dalam meraih hasil positif.
Di sisi lain, Persita Tangerang juga menunjukkan performa yang solid, terutama dalam pertahanan. Mereka mampu menghalangi serangan Malut United dan bahkan sempat menciptakan peluang emas yang tidak berhasil dimanfaatkan.
Persiapan Menuju Pertandingan Selanjutnya
Hasil imbang ini menjadi bekal berharga bagi Malut United menjelang pertandingan berikutnya. Dengan satu poin yang diraih, mereka tetap memiliki peluang untuk meningkatkan posisi di klasemen sementara.
Hendri Susilo menyatakan bahwa tim akan terus berusaha meningkatkan performa dan memperbaiki strategi agar dapat meraih hasil yang lebih maksimal. Ia juga berharap para pemain dapat tetap fokus dan semangat dalam setiap pertandingan.
