Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Pandeglang
Pembangunan dan reaktivasi jalur kereta api antara Rangkasbitung dan Pandeglang kembali menjadi fokus utama pemerintah. Target yang ditetapkan adalah beroperasinya jalur tersebut pada tahun 2029. Hal ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sehingga menjadi prioritas jangka panjang.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyampaikan bahwa target 2029 untuk operasional jalur tersebut sudah tetap tidak berubah. “Kami targetkan 2029 sudah bisa beroperasi Rangkasbitung-Pandeglang. Itu sudah masuk dalam RPJM Kemenhub, dan itu tidak pernah berubah,” ujarnya.
Meskipun demikian, rencana ini sempat terganggu akibat wabah pandemi Covid-19 dan efisiensi anggaran. Namun, Ferdian menjelaskan bahwa mulai tahun 2027, Kemenhub akan memulai anggaran untuk kebutuhan penertiban lahan dan lain sebagainya. “Kemarin memang sempat terpotong covid 19, dan efesiensi sesuai arahan Pak Presiden, untuk memfokuskan ketahanan pangan dan ketahanan energi,” katanya.
Penggunaan Jalur Lama dan Penyesuaian Stasiun
Reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang akan menggunakan jalur lama yang telah ada sebelumnya. Status lahan tersebut juga sudah tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) milik Kemenhub. “Relatif mengunakan jalur lama yang eksisting kita gunakan kembali. Tapi mungkin di stasiunnya akan ada perubahan, karena lokasi stasiun saat ini sudah banyak digunakan masyarakat,” kata Ferdian.
Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut akan disesuaikan agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat. “Tapi kita akan sesuaikan, supaya tidak mengganggu kepentingan masyarakat,” sambungnya.
Survei Ulang dan Desain Baru
Ferdian juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei ulang terkait rencana reaktivasi jalur tersebut. “Sudah survei ulang termasuk sudah ada peta baru, termasuk diseain juga. Alhamdulillah sudah selesai semua, tapi kami akan disain kembali,” katanya.
Menurut Ferdian, masyarakat Pandeglang sangat mendukung reaktivasi jalur kereta api tersebut. Hal ini didasarkan atas keterangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. “Tinggal proses penyediaan lahan untuk warga yang terdampak reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung-Pandeglang itu,” ujarnya.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meski ada dukungan dari masyarakat, beberapa tantangan masih harus dihadapi. Salah satunya adalah pengadaan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalur baru. Proses ini akan melibatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk masyarakat setempat.
Selain itu, desain stasiun dan infrastruktur pendukung juga perlu diperhatikan agar dapat memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Dengan adanya survei dan peta baru, langkah-langkah teknis akan lebih mudah dilakukan.
Harapan Masa Depan
Dengan reaktivasi jalur ini, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mempercepat akses transportasi antara Rangkasbitung dan Pandeglang. Selain itu, proyek ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Seiring dengan rencana jangka panjang Kemenhub, proyek ini akan terus dipantau dan dikembangkan agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

