Anak kelas 1 SD di SDN 4 Klender, Hafithar (8), harus bolak-balik dari rumahnya di Tangerang ke Klender, Jakarta Timur, demi menuntut ilmu. Hal itu mendapat perhatian positif dari masyarakat yang mengapresiasi keberaniannya dan kemampuannya dalam beradaptasi.
Terkait hal ini, Kepala Sekolah SDN 4 Klender, Dwiyanti Lestari, menyampaikan bahwa Hafithar akan pindah sekolah pada akhir bulan Desember 2025. Keputusan tersebut diambil setelah ibunya memutuskan untuk pindah kerja dari Tangerang ke Parung, Bogor.
Hafithar akan pindah ke sekolah di Bogor setelah pembagian rapor.
“Sampai semester satu saja di sini, semester dua nanti akan pindah,” ujar Dwiyanti ketika ditemui.
Hingga bulan Desember 2025, Hafithar akan tinggal sementara waktu di rumah temannya bernama Gibran. Lokasi rumah Gibran tidak jauh dari SDN 4 Klender. Orang tua Gibran telah bersedia menampung Hafithar agar ia tidak perlu terus-menerus bolak-balik ke Bogor.
“Memang banyak orang tua yang baik yang ingin menampung Hafithar di rumahnya karena perjalanannya yang panjang dari rumah ke sekolah,” kata Dwiyanti.
Sebelum memutuskan pindah, Hafithar sempat menolak untuk pindah karena merasa nyaman dengan teman-teman dan guru di SDN 4 Klender. Namun, situasi tidak memungkinkan baginya untuk terus melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
“Mamah Hafithar memberi keputusan kepada pihak sekolah bahwa nanti semester dua Hafithar akan pindah ke daerah Parung,” ujar Dwiyanti.
Sebelumnya, Hafithar adalah anak yatim. Ayahnya meninggal dunia sejak lima tahun lalu. Ia adalah anak kelima dari lima bersaudara. Sementara itu, ibunya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
Nantinya, ketika Hafithar pindah ke Bogor, biaya pendidikan seperti sekolah baru akan diurus oleh majikan sang ibu.
“Memang itu keputusan orang tuanya, kami juga tidak memaksakan karena orang tuanya sudah mendapat pekerjaan dan memang sudah diurus oleh bosnya orang tuanya untuk mencarikan sekolah dan sebagainya,” jelas Dwiyanti.

