Penguatan Modal Anak Usaha PT Timah Tbk
PT Timah Tbk (TINS) terus memperkuat posisi bisnisnya dengan menambah setoran modal kepada anak usahanya, PT Timah Agro Manunggal. Penambahan modal sebesar Rp10 miliar dilakukan sebagai upaya untuk memperluas operasional dan memperkuat struktur keuangan perusahaan. Rendi Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Timah, menyatakan bahwa transaksi ini tidak akan berdampak pada operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.
PT Timah Agro Manunggal bergerak di bidang agribisnis, termasuk pertanian, peternakan, serta jasa reklamasi dan penataan lahan pertanian. Perusahaan ini didirikan berdasarkan Akta Notaris Andy Alhadis Agus, S.H., Nomor 2 Tanggal 23 Januari 2014, sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha TINS. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi perseroan.
Anak usaha TINS ini mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017 dan memiliki aset sebelum eliminasi senilai Rp13,58 miliar. Seluruh kepemilikan saham TINS dalam PT Timah Agro Manunggal mencapai 100%, yang artinya perseroan sepenuhnya menguasai perusahaan tersebut.
Ekspansi Bisnis dan Investasi di Tahun 2025
Di tengah upaya penguatan modal, TINS juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp469 miliar pada tahun 2025. Sebanyak 60% hingga 70% dari dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan alat produksi, sedangkan sisanya dialokasikan untuk eksplorasi dan pengembangan usaha. Dengan alokasi ini, TINS berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.
Pada tahun ini, TINS menargetkan volume produksi sebesar 21.500 ton bijih timah. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk mempertahankan laba di tengah tantangan pasar. Fina Eliani, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko TINS, menyatakan bahwa target laba untuk tahun 2025 tetap menjadi prioritas utama.
Aktivitas Eksplorasi dan Pengeboran
Seiring dengan rencana ekspansi, TINS juga aktif dalam kegiatan eksplorasi. Pada kuartal II/2025, biaya eksplorasi mencapai Rp29,43 miliar, yang terdiri atas biaya operasional sebesar Rp23,55 miliar dan biaya investasi sebesar Rp5,87 miliar. Kegiatan eksplorasi laut melibatkan pengeboran eksplorasi dan pandu di perairan Bangka dan Kundur. Pada April 2025, TINS menggunakan 5 unit Kapal Bor, kemudian 6 unit pada Mei dan 6 unit pada Juni, dengan total meter bor sebanyak 12.535,25 meter.
Sementara itu, eksplorasi darat meliputi pemetaan, survei geofisika ground magnetic, serta pengeboran eksplorasi timah alluvial dan pengeboran pandu (primer & alluvial) di Pulau Bangka dan Belitung. Total meter bor pada aktivitas ini mencapai 8.461,65 meter.
Rencana Eksplorasi di Kuartal III/2025
Untuk kuartal III/2025, TINS merencanakan evaluasi dan kelanjutan kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan sebelumnya. Di laut, pengeboran akan dilakukan menggunakan 6 Kapal Bor di perairan Bangka dan Kundur. Sementara di darat, kegiatan akan fokus pada pengeboran eksplorasi timah alluvial dan pengeboran pandu (primer & alluvial) di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Selain itu, TINS juga akan melakukan survei geofisika ground magnetic di daerah Belitung serta survei topografi di Bangka dan Belitung.
