Komedian Parto dan Banjir yang Membuatnya Belajar Ikhlas
Pada tahun 2020 lalu, komedian ternama Indonesia, Parto, mengalami musibah banjir yang sangat merugikan. Saat itu, enam mobil mewah miliknya terendam air. Kejadian ini kembali diungkap oleh Andre Taulany dalam sebuah tayangan YouTube. Menurut Andre, meskipun harta benda Parto seperti rumah dan mobil terkena dampak banjir, Parto justru tetap tenang dan tidak panik.
Andre menyampaikan bahwa saat itu ia heran dengan sikap Parto. Bagi Andre, kejadian tersebut bisa saja membuat seseorang menjadi cemas atau stres. Namun, Parto justru menunjukkan ketenangan yang luar biasa. “Waktu rumahnya banjir, berapa banyak mobil kerendam, enam mobil,” ujar Andre, mengingat peristiwa tersebut.
Menurut Parto, semua hal yang tidak ditakdirkan untuk menjadi miliknya akan diambil kembali. Oleh karena itu, ia percaya bahwa jika sesuatu hilang, maka itu bukan bagian dari hidupnya. “Jawabannya ‘ya itu berarti memang bukan milik kita. Enggak apa-apa, entar kita cari lagi’,” kata Andre, mencoba menggambarkan jawaban Parto.
Dari situ, Andre mulai mengambil pelajaran penting tentang ikhlas. Setiap kali ada sesuatu yang hilang, ia selalu mengingat kata-kata Parto. “Setiap ada sesuatu yang hilang, barang atau apa, gue inget kata-kata dia. ‘Ndre, kalau itu jodoh kita, pasti balik. Kalau enggak mah, ya udah, berarti memang bukan punya kita.’ Itu selalu gue inget mas. Ilmu ikhlas. Cuma kadang-kadang susah kita,” ujarnya.
Pada peristiwa banjir tersebut, hanya tiga dari enam mobil Parto yang mendapatkan penggantian dari asuransi sebesar 70 persen setiap unitnya. Sementara itu, tiga mobil lainnya harus diperbaiki sendiri oleh Parto dengan biaya yang cukup besar. Biaya perbaikan mobil-mobil tersebut mencapai Rp 250 juta per mobil. Hal ini tentu memberatkan secara finansial, namun Parto tetap menjaga sikap tenang dan ikhlas.
Rumah Tamara Geraldine Juga Terkena Dampak Banjir
Selain Parto, artis Tamara Geraldine juga mengalami musibah banjir. Rumah mewahnya di Jakarta Selatan terendam air dengan ketinggian hingga dua meter. Banjir tersebut menggenangi hampir seluruh bagian rumah, termasuk perabotan yang rusak parah. Tamara mengunggah video yang menunjukkan kondisi rumahnya yang porak-poranda.
Meski mengalami kerugian, Tamara tetap bersyukur dan menunjukkan sisi positif dalam menghadapi tantangan. Ia mengucapkan rasa syukur atas bantuan dari tetangga dan tim SAR yang membantu membersihkan rumahnya. “Mengucap syukur masih ada tenaga bantuan tukang-tukang yang juga ‘terperangkap’ sampai malam sebelum diselamatkan tim SAR karena tinggi air di kompleks mencapai hampir 2 meter,” tulis Tamara.
Banjir terjadi selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, Tamara dan keluarganya berhasil membersihkan rumah. Namun, pada malam hari, air bah kembali datang dan membuat rumah kembali porak-poranda. Meski begitu, semangat mereka tidak pernah padam. Dalam unggahan terbarunya, Tamara menunjukkan hasil kerja keras mereka dalam membersihkan rumah hanya dalam beberapa jam di pagi hari.
Tamara Geraldine yakin bahwa banjir ini adalah ujian dari Tuhan. Ia membagikan pesan harapan kepada orang-orang yang juga mengalami kebanjiran. “Buat yang kebanjiran jauh lebih parah dari rumah Cana, bertahan. Tuhan bela, Tuhan tolong. IA beri penghiburan, IA beri kekuatan,” tulisnya.
Dari kedua kisah ini, baik Parto maupun Tamara menunjukkan bahwa hidup penuh dengan tantangan. Namun, dengan sikap ikhlas dan bersyukur, mereka mampu melewati masa sulit dengan kepala dingin dan hati yang tenang.
