Bukan Serangan atau Lebak, Ini Kabupaten Penghasil Beras Terbesar Banten

Bukan Serangan atau Lebak, Ini Kabupaten Penghasil Beras Terbesar Banten

Produksi Beras Provinsi Banten pada Tahun 2024

Pada tahun 2024, produksi beras di Provinsi Banten mencapai sebanyak 883.128,02 ton. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan produksi beras pada tahun sebelumnya, yaitu 960,50 ribu ton. Penurunan tersebut mencapai 92,34 ribu ton atau sebesar 9,61 persen.

Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan produksi beras terbesar, yaitu sebesar 236.114,07 ton. Diikuti oleh Kabupaten Serang yang menghasilkan 233.023,40 ton beras. Sementara itu, Kabupaten Lebak berada di posisi ketiga dengan produksi sebanyak 203.330,07 ton. Pada posisi keempat, Kabupaten Tangerang menyumbangkan 170.106,18 ton beras.

Read More

Daerah-daerah lain di Provinsi Banten memiliki produksi beras yang tidak melebihi 100 ribu ton. Hanya Kota Tangerang Selatan yang sama sekali tidak memproduksi beras.

Berikut adalah tabel lengkap produksi beras di Provinsi Banten pada tahun 2024:

| No | Kabupaten/Kota | Produksi Beras (Ton) |
|—-|————————|———————–|
| 1 | Kabupaten Pandeglang | 236.114,07 |
| 2 | Kabupaten Serang | 233.023,40 |
| 3 | Kabupaten Lebak | 203.330,07 |
| 4 | Kabupaten Tangerang | 170.106,18 |
| 5 | Kota Serang | 33.545 |
| 6 | Kota Cilegon | 5.467 |
| 7 | Kota Tangerang | 1.542 |
| 8 | Kota Tangerang Selatan | – |
| 9 | Provinsi Banten | 883.128,02 |

Selain produksi beras, luas panen padi di Provinsi Banten pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 298,84 ribu hektare. Angka ini lebih rendah dibandingkan luas panen pada tahun 2023, yaitu 311,20 ribu hektare. Penurunan mencapai 12,36 ribu hektare atau sebesar 3,97 persen.

Sementara itu, produksi padi pada tahun 2024 diperkirakan sebesar 1,52 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini turun dari produksi tahun sebelumnya yang mencapai 1,69 juta ton GKG. Penurunan sebesar 162,14 ribu ton atau 9,61 persen.

Target Produksi Beras untuk Tahun 2025

Gubernur Banten Andra Soni menetapkan target produksi beras sebesar 1,8 juta ton pada tahun 2025. Ia berharap Provinsi Banten dapat masuk dalam 8 besar nasional sebagai daerah penghasil padi terbanyak.

Menurut Andra, luas lahan tanam padi yang telah tercapai hingga Maret 2025 hanya sebesar 163.974 hektar, atau 26,28 persen dari target. Ia menjelaskan bahwa wilayah Banten Selatan masih memiliki lahan pertanian yang luas dan akan dioptimalkan.

Target produksi gabah kering giling pada tahun 2025 mencapai 2.888.373 ton, setara dengan 1.826.318 ton beras. Sampai saat ini, realisasi produksi gabah kering giling sudah mencapai 824.784 ton, setara dengan 521.511 ton beras, atau sebesar 28,56 persen dari target.

Proyeksi neraca ketersediaan dan kebutuhan beras pada tahun 2025 menunjukkan bahwa Provinsi Banten diproyeksikan menghasilkan 1.826.318 ton beras. Konsumsi penduduk Banten pada tahun tersebut diperkirakan sebesar 1.508.444 ton beras. Dengan demikian, diproyeksikan terjadi surplus beras sebesar 317.874 ton.

Related posts